Pendidikan pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter peserta didik. Namun, pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berorientasi pada pencapaian akademik sehingga penguatan nilai karakter belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis peran guru dalam meningkatkan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KBC mampu menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara guru dan siswa. Guru berperan sebagai teladan sekaligus fasilitator dalam menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan spiritual melalui pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, implementasi KBC masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru, minimnya bahan ajar berbasis KBC, dan kurangnya pelatihan pendukung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, penyediaan sumber belajar, dan penguatan kebijakan agar penerapan KBC dapat berjalan secara optimal dalam membentuk karakter peserta didik.Pendidikan pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter peserta didik. Namun, pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berorientasi pada pencapaian akademik sehingga penguatan nilai karakter belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis peran guru dalam meningkatkan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KBC mampu menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara guru dan siswa. Guru berperan sebagai teladan sekaligus fasilitator dalam menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan spiritual melalui pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, implementasi KBC masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru, minimnya bahan ajar berbasis KBC, dan kurangnya pelatihan pendukung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, penyediaan sumber belajar, dan penguatan kebijakan agar penerapan KBC dapat berjalan secara optimal dalam membentuk karakter peserta didik.
Copyrights © 2026