Anak berkebutuhan khusus, khususnya siswa tunagrahita, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut akibat keterbatasan dalam melakukan oral hygiene care secara mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta wali siswa mengenai oral hygiene care, meningkatkan kemampuan menyikat gigi siswa tunagrahita melalui metode penyuluhan, serta menurunkan risiko bau mulut pada siswa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi menyikat gigi, praktik oral hygiene care dengan metode penyuluhan, pendampingan guru dan wali siswa, serta pemberian alat pendukung berupa sikat gigi, pasta gigi, dan dental floss. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan oral hygiene dari 56% menjadi 77%, peningkatan keterampilan oral hygiene dari 43% menjadi 97%, serta peningkatan skill oral hygiene siswa dari 0% menjadi 30%. Metode Metode penyuluhan mengunakan boneka efektif digunakan sebagai media edukasi oral hygiene bagi anak berkebutuhan khusus.
Copyrights © 2026