Tuntutan digitalisasi pendidikan menuntut guru untuk melakukan akselerasi integrasi teknologi pembelajaran secara masif. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa supervisi akademik tradisional yang bersifat formal sering kali menciptakan jarak psikologis, sehingga inovasi teknologi pembelajaran cenderung berjalan lambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi supervisi akademik berbasis kolegial dalam mendorong inovasi teknologi praktik pedagogik. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain studi kasus di SMP Negeri 1 Kebakkramat dengan melibatkan 4 informan yang terdiri dari kepala sekolah dan tiga guru mata pelajaran yang berperan sebagai mentor dan mentee. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam serta analisis dokumen terhadap SK Tim Mentor, rubrik observasi, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis digital. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan kondensasi data, penyajian data (data display), serta penarikan simpulan dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik berbasis kolegial melalui mekanisme peer-mentoring efektif mereduksi kecemasan profesional. Hal ini memicu akselerasi integrasi teknologi pembelajaran, terbukti dengan penggunaan aplikasi digital secara mandiri oleh guru seperti Go Getter 3 ActiveTeach, Canva, dan Kahoot. Optimalisasi supervisi kolegial terbukti menjadi katalisator utama bagi inovasi praktik pedagogik karena mengedepankan aspek kenyamanan dan kolaborasi profesional.
Copyrights © 2026