Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 2 (2026): Juni

Mimikri dan Ambivalensi Tokoh Sarina dalam Cerpen Mata-Mata Karya Yin Ude: Analisis Poskolonial

Poppy Adelia Adisty (Universitas Negeri Medan)
Nur Syakila (Universitas Negeri Medan)
Andini Aulia Distira (Universitas Negeri Medan)
Ines Amelia (Universitas Negeri Medan)
Lolo Mesliana Cibro (Universitas Negeri Medan)
Aulia Uswatun Siagian (Universitas Negeri Medan)
Tessalonika Simangunsong (Universitas Negeri Medan)



Article Info

Publish Date
08 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk mimikri dan ambivalensi tokoh Sarina dalam cerpen Mata-Mata karya Yin Udemelalui perspektif poskolonial Homi K. Bhabha. Identitas tokoh dalam cerpen tersebut dibentuk oleh relasi kuasa antara masyarakat terjajah dan budaya kolonial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk mimikri serta ambivalensi yang dialami Sarina sebagai dampak kolonialisme. Metode yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif dengan pendekatan poskolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sarina melakukan mimikri melalui pola pikir, sikap, dan perilaku yang menyerupai budaya kolonial sebagai upaya menyesuaikan diri terhadap kekuasaan dominan. Namun, peniruan tersebut tidak sepenuhnya menjadikan Sarina bagian dari pihak penjajah karena ia tetap mengalami konflik identitas dan keraguan batin. Ambivalensi tokoh tampakpada sikapnya yang menerima pengaruh kolonial, tetapi di sisi lain masih mempertahankan prinsip serta identitas pribumi. Dengan demikian, cerpen Mata-Mata merepresentasikan bahwa kolonialisme tidak hanya berorientasi pada penguasaan wilayah, melainkan juga memengaruhi cara berpikir dan pembentukan identitas masyarakat terjajah.

Copyrights © 2026