Dalam praktik keseharian nilai- nilai keislaman tidak hanya terinternalisasi melalui pembelajaran secara formal, tapi bisa diterapkan melalui kegiatan yang terkadang kurang diperhatikan seperti, Sarapan pagi, Aktifitas jajan di Kantin,serta Pemenuhan standar kehalalan makanan. Dalam Studi tentang pendidikan agama, studi pendidikan di Madrasah lebih memfokuskan pada aspek formal, sehingga aspek materialis cenderung diabaikan yaitu keyakainan religius peserta didik dalam objek fisik, praktik konsumsi, dan interaksi sosial sehari hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana Madrasah Tsanawiyah mampu menginternalisasikan studi pendidikan materialis. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi materialis dengan observasi langsung kepada Guru, peserta didik, dan pengelola kantin, serta dilengkapi wawancara dan dokumentasi. Temuan utama yang didapatkan bahwa Madrasah Tsanawiyah mengatur jenis makanan, kebesihan kantin, dan larangan jajanan tertentu.Guru mengaitkan konsumsi makanan halal dengan kesehatan, kebersihan , dan akhlak. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang etika halal dalam konteks pendidikan serta dapat digunakan sebagai dasar penguatan mutu pendidikan melalui kebijakan, pembiasaan, dan budaya sekolah yang sehat.
Copyrights © 2026