Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SD Negeri 18 Sesetan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan antara perencanaan program dengan akuntabilitas administratif. Menggunakan pendekatan penelitian kombinasi (mixed methods) yang bersifat deskriptif, data dikumpulkan melalui instrumen evaluasi mandiri, observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta operator sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS di SD Negeri 18 Sesetan mencapai skor akumulatif 65,3% yang tergolong dalam kategori "Sedang". Ditemukan kesenjangan kritis berupa fenomena "administrative lag", di mana banyak program terlaksana namun tidak didukung oleh bukti fisik yang memadai, terutama pada manajemen sarana prasarana (53,3%) dan manajemen kurikulum (59,5%). Sebaliknya, manajemen keuangan (76,2%) dan pelayanan prima (72,7%) menjadi pilar terkuat. Fenomena lag ini dipicu oleh faktor struktural berupa belum tersedianya sistem kearsipan digital yang terintegrasi serta faktor kultural terkait persepsi beban kerja administratif guru yang berlebihan. Penelitian ini merekomendasikan transformasi digital melalui sistem e-archiving dan penguatan supervisi manajerial untuk menyinkronkan aksi lapangan dengan akuntabilitas administratif guna menjamin keberlanjutan mutu pendidikan.
Copyrights © 2026