Pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama peserta didik reguler di sekolah umum. Dalam pelaksanaannya, guru memiliki peran penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang ramah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, implementasi pendidikan inklusif di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala guru dalam implementasi pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas di SDN Keleyan 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah tersebut termasuk dalam kategori slow learner dengan karakteristik kesulitan membaca, menulis, kurang percaya diri, dan cenderung pendiam. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, tidak adanya Guru Pendamping Khusus (GPK), serta kesulitan dalam mengelola kelas heterogen. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut yaitu melalui pendekatan personal, tutor sebaya, program remedial, pemberian motivasi, serta penyesuaian tingkat kesulitan tugas sesuai kemampuan peserta didik.
Copyrights © 2026