Penelitian ini mengkaji integrasi data dalam sistem E-Welfare serta implikasinya terhadap akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan transparansi penyaluran bantuan sosial di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh integrasi data terhadap kualitas data dan transparansi kebijakan dalam program perlindungan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Populasi penelitian mencakup artikel ilmiah, laporan pemerintah, dan dokumen kebijakan terkait DTKS dan sistem kesejahteraan digital, sedangkan sampel dipilih secara purposive berdasarkan relevansi dan kredibilitas sumber. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi data dalam sistem E-Welfare masih belum optimal akibat lemahnya koordinasi antar instansi, data yang tidak mutakhir, dan fragmentasi sistem informasi. Kondisi ini menyebabkan rendahnya akurasi DTKS serta munculnya kesalahan inclusion dan exclusion error dalam penyaluran bantuan sosial. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan integrasi data, tata kelola data yang lebih baik, dan peningkatan koordinasi antar lembaga sangat diperlukan untuk meningkatkan akurasi DTKS dan transparansi penyaluran bantuan sosial
Copyrights © 2026