Daerah resapan air alami seringkali berkurang dari waktu ke waktu seiring berkembangnya kawasan pada suatu daerah diakibatkan permukaan tanah yang tertutupi oleh perkerasan jalan serta bangunan yang semakin meluas. Hal ini menyebabkan meningkatnya limpasan permukaan dan berpotensi banjir pada badan jalan. Permasalahan limpasan permukaan dan banjir sering terjadi pada Jalan Bendungan Sutami, Jalan Galunggung, dan Jalan Raya Langsep Kota Malang. Untuk menangani permasalahan tersebut, maka dilakukan perencanaan ulang saluran drainase berwawasan lingkungan menggunakan sumur resapan. Dalam perencanan ulang ini digunakan data primer berupa pengukuran saluran eksisting yang diperoleh langsung dari lokasi. Selain itu, data sekunder yang digunakan dalam perencanaan ini antara lain data curah hujan harian, peta topografi, data penduduk, data tanah, dan Harga Satuan Pekerjaan Kota Malang Tahun 2022. Data diolah menggunakan metode Gumbel I, uji kesesuaian dengan metode Chi-Kuadrat dan Smirnov-Kolmogorov dengan kala ulang 10 tahun, intensitas hujan dengan metode Mononobe dan debit banjir rancangan dengan metode rasional. Dari hasil perhitungan didapatkan intensitas hujan sebesar 83,601 mm/hari, debit banjir rancangan sebesar 2,052 m3/dt, sumur resapan Ø0,6 m dengan kedalaman 1 m sebagai drainase berwawasan lingkungan, saluran beton pracetak U-Ditch dan Box Culvert berdimensi 0,6 x 0,6, 0,8 x 0,8, 1,0 x 1,0 dan 1,4 x 1,4 serta biaya perencanaan terhitung sebesar Rp3.202.116.871.
Copyrights © 2026