Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab perilaku doomscrolling pada siswa berinisial P kelas VIII di SMPN 1 Takalar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus klinis. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur secara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan teknik triangulasi melibatkan guru BK, wali kelas, sahabat, serta orangtua. Analisis data mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa terindikasi siswa melakukan perilaku doomscrolling di media sosial, ditandai dengan kebiasaan menggulir konten negatif secara terus-menerus tanpa disadari. Perilaku doomscrolling tersebut dipicu oleh faktor internal berupa bias kognitif, dan kurangnya kontrol diri. Faktor eksternal meliputi algoritma digital di media sosial dan FoMO. Penelitian ini menegaskan bahwa doomscrolling bukan sekadar kebiasaan digital biasa, melainkan kombinasi antara pembentukan bias kognitif dan takut ketinggalan berita. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah memperkaya kajian perilaku digital remaja, khususnya fenomena doomscrolling dalam konteks psikologi pendidikan dan menyediakan landasan bagi guru BK untuk merancang intervensi pendekatan kognitif-perilaku yang adaptif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026