Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Efektivitas Bimbingan Karier Virtual untuk Mengembangkan Employability Skills Siswa Muhammad Amirullah; Aswar Aswar; Suciani Latif; Zulfikri Zulfikri
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i1.2458

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of virtual career guidance based to enhance the employability skills of Vocational High School Students in covid-19 era. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental research design. The sample in this study was taken randomly (random sampling) using a convenience sampling technique. The results of the study show that virtual career guidance was effective in improving the employability skills of Vocational School Students. Based on a review of every aspect, virtual career guidance was effective for improving cognitive, affective, and psychomotoric aspects of the employability skills for Vocational High School students in covid-19 era.
Maccera Manurung Multicultural Education and Its Implications for Students in Elementary Schools Zulfikri Zulfikri; Maksum Maksum
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.7222

Abstract

The focus of the problem in this research is how 1) the description of Multicultural Education maccera manurung 2) how the implications of cultural values maccera manurung on elementary school students. The purpose of this study was to determine 1) the description of Multicultural Education maccera manurung 2) the implications of cultural values maccera manurung on elementary school students. The data collection techniques include in-depth interviews, participant observation, and documentation. The data analysis in this research is descriptive, qualitative data analysis. The subjects of this research are traditional leaders, students who have implemented the maccera manurung culture and elementary school teachers in the Kaluppini Customary Area. The results of this study show an overview of the maccera manurung culture in the Kaluppini community and the main values in the maccera manurung procession that have implications for elementary school students. These values are described in the procession of maccera manurung culture, among others: ma'balla (respect for others, empathy, respect for God, cooperation) massajo (responsibility, trust, courage, honesty, discipline, love for the country, order) kasiturutan (togetherness, order, discipline, tolerance, courtesy). The implications of maccera manurung multicultural education for elementary school students in this study were identified in the form of empathy, student character and positive social relationships with others in elementary school students
Strengthening the Values of Pancasila to Improve Students' Prosocial Skills in Elementary School Zulfikri Zulfikri; Arifin Maksum; Nina Nurhasanah
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.8014

Abstract

The focus of the problem in this study is how: (1) the description of the strengthening of Pancasila values and the description of students’ prosocial behavior; (2) how the strengthening of Pancasila values improves students’ prosocial abilities in elementary schools. The purpose of this study was to determine: (1) the description of the strengthening of Pancasila values and the description of students’ prosocial behavior; and (2) the strengthening of Pancasila values to improve students’ prosocial abilities in elementary schools. This research uses the literature study method. The literature study research method is a research method by reading and analyzing readings related to the theme taken. The results of this study show an overview of the Pancasila values contained in the third principle, namely: (a) Bringing up a sense and attitude of mutual assistance or helping, volunteering, and increasing family attitudes; b) Fostering good social relationships with peers and adults; (c) Creating a sense of togetherness and affection, and (d) creating a sense of unity with the surrounding environment. These values are manifested in the form of value reinforcement: (a) through the learning process in class (b) Cooperation in small groups and (c) Clean Friday. Strengthening the value of Pancasila can improve prosocial abilities, namely in the dimensions of sharing, cooperation (cooperative), donating, helping, honesty, and giving (generosity).
The Mobilizing School Programme and its Implications for Students' School Well-Being in Primary Schools Zulfikri Zulfikri; Arita Marini; Linda Zakiah
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.8020

Abstract

The focus of the problems in this study are: (1) a general description of driving school and school well-being; (2) the implication of driving school programme to students' school well-being in primary school. This research uses a literature study method. The literature study research method is a research method by reading and analyzing readings related to the theme taken. The results of the study describe the intervention of the Driving School Program: (a) Consultative and Asymmetric Assistance, (b) Strengthening Human Resources in Schools, (c) Learning with New Paradigms, (d) Data-Based Planning, and (e) School Digitalisation. The driving school programme focuses on developing holistic student learning outcomes by realizing the Pancasila Student Profile which includes cognitive (literacy and numeracy) and non-cognitive (character) competencies. The intervention and focus of the driving school to realize the Pancasila learner profile has positive implications on aspects of school well-being, namely: (a) School conditions (Having) include things such as a safe physical environment, comfort, noise, ventilation, air temperature, (b) Social Relationships (Loving) social learning environment, student-teacher relationships, relationships with schoolmates, group dynamics, bullying, the relationship between home and school, decision-making at school, and the atmosphere throughout the school organization, (c) Health Status (health) is divided into the components of physical and mental illness, and Self-fulfilment (Being) This opportunity can be equal opportunities for all students to be part of the school community and make decisions about their existence at school.
Gambaran Perilaku Fear Of Missing Out (FOMO) Pada Siswa Penggemar K-Pop Di SMKN 7 Makassar Sri Rahmadani; Sahril Buchori; Zulfikri Zulfikri
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3613

Abstract

Fear of Missing Out atau biasa dikenal dengan istilah FOMO adalah perasaan gelisah, cemas, dan takut kehilangan peristiwa tertentu yang ditandai dengan keinginan selalu mengecek media sosialnya. Fear of Missing Out ini merupakan permasalahan yang menyerang mental seorang individu. Kemudian seiring berjalannya waktu, Fear of Missing Out telah berkembang menjadi fenomena yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Belakangan ini, fenomena FOMO seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi tren, terutama di kalangan anak muda. Remaja yang seharusnya menghabiskan waktunya untuk banyak mempelajari hal-hal baru, mencoba hal-hal baru, meningkatkan potensi diri, dan melakukan hal-hal lain yang akan membantu mereka mencapai impian masa depannya, namun sekarang lebih mementingkan hiburan semata-mata, seperti menonton drama Korea tanpa batas waktu, membeli album yang mahal dan tidak memiliki investasi, serta keborosan lain yang biasanya dilakukan oleh penggemar K-Pop yang tidak dapat mengontrol diri dan berdampak negatif. Di SMKN 7 Makassar, ditemukan siswa yang mengalami FOMO pada K-Pop dengan tingkat yang tinggi yaitu siswa yang berinisial NNA dan NU, dari siswa tersebut ditemukan bahwasanya bentuk perilaku yang dilakukan yaitu menghabiskan waktu 6-7 jam/hari hanya untuk mencari tahu kabar idolanya. Dan juga perilaku cyberbulying yang dilakukan oleh siswa di media sosial yaitu weverse. Selain itu, siswa juga mengalami kesedihan yang berlebihan yang menyangkut idolanya karena timbulnya pikiran yang berlebihan dan perasaan cemas saat idolnay dirundung di media sosial. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh [1], yang menyatakan bahwa penggemar K-Pop menjadi sulit menyeimbangkan kehidupan di dunia nyata dengan kegiatan pada dunia K-Pop. Hal ini dapat berdampak pada aktivitas akademik, pekerjaan, dan sosial para penggemar K-Pop. FOMO menjadi sebuah masalah sosial karena dianggap dapat merugikan seseorang, sejalan dengan penelitian [2] yang meneliti mengenai dampak FOMO pada individu yaitu salah satunya selalu ingin terhubung dengan media sosial, sehingga mereka menghabiskan banyak waktu di media sosial hanya untuk mengetahui aktivitas orang lain, seolah-olah mereka harus tahu semua hal yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini juga berlaku pada penggemar idol grup K-Pop yang takut kehilangan informasi tentang apa yang dilakukan oleh idolanya. Media sosial banyak digunakan pada kalangan penggemar idol K-Pop untuk dijadikan tempat berkomunikasi dengan satu sama lain penggemar K-Pop dan dengan selebriti idolanya [3]
Penerapan Teknik Assertive Training untuk Mengurangi Perilaku Konformitas Negatif Siswa SMA Nasional Makassar Nur Maqfira; Nur Fadhilah Umar; Zulfikri Zulfikri
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3682

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Penerapan teknik assertivetraining dalam mengurangi perilaku konformitas negatif siswa SMA Nasional Makassar, tujuannya adalah (1) Mengetahui tingkat perilaku konformitas negatif siswa, (2) Pelaksanaan teknik assertive training dalam mengurangi perilaku konformitas negatif (3) Teknik assertive training dapat mengurangi perilaku konformitas negatif siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimental design. Penarikan sampel dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan skala perilaku konformitas negatif. Kemudian diAnalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t berbantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan perlakuan, Tingkat perilaku konformitas negatif siswa berada pada kategori tinggi dengan nilai mean 101,7. dan setelah perlakuan, tingkat perilaku konformitas negatif siswa berada pada kategori rendah dengan nilai mean 70,8. Pelaksanaan assertive training dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah dirancang melalui 7 kali pertemuan Selama pelaksanaan teknik assertive training siswa menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dan sangat tinggi. Hasil uji independent sample t-test diperoleh p = 0,000 dan 0,000 < a 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan demikian, terdapat pengaruh penerapan teknik assertive training dalam mengurangi perilaku konformitas negatif siswa di SMA Nasional Makassar.
Penerapan Teknik Mindfulness Dalam Konseling Untuk Mengurangi Perilaku Self-Harm Murid MTS Madani Gowa The Application Of Mindfulness Techniques In Conseling To Reduce Self-Harm Behavior Among MTS Madani Gowa Students Puput Armycha; Sahril Buchori; Zulfikri Zulfikri
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3973

Abstract

Self-Harm adalah perilaku melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja untuk mengatasi perasaan stress, cemas, dan depresi. Fenomena Self-Harm yang didapatkan seperti memukul, mencubit, menarik rambut, mencacimaki diri, membenturkan kepala, menggaruk badan hingga luka, membakar, menghisap tangan hingga memerah, menggigit, dan membiarkan diri kelaparan. Penelitian ini bertujuan mengurangi perilaku Self-Harm murid di MTS Madani melalui konseling individual dengan menggunakan Teknik Mindfulness. Desain penelitian ini adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A, yang terdiri dari pengukuran kondisi awal (baseline A1), pengukuran intervensi berupa Teknik Mindfulness (B), serta pengukuran kembali setelah intervensi (baseline A2) yang melibatkan 2 murid. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan perhitungan mean, persentase, serta analisis visual grafik untuk melihat perubahan kecenderungan arah, stabilitas, dan level data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi, kedua subjek berada pada kategori tingkat perilaku Self-Harm yang tinggi. Setelah penerapan Teknik Mindfulness, terjadi penurunan singnifikan pada frekuensi perilaku Self-Harm, ditunjukkan dengan kecenderungan arah data yang menurun dan stabil pada fase baseline A2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan Teknik Mindfulness dalam konseling terbukti efektif dalam membantu mengurangi perilaku Self-Harm murid di MTS Madani gowa.
Pengaruh Keseimbangan Emosional dan Kontrol Diri Terhadap Kecenderungan Perilaku Cyberbullying Pada Siswa di SMAN 19 Makassar Aura Syahriani; Abdullah Pandang; Zulfikri Zulfikri
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keseimbangan emosional dan kontrol diri terhadap kecenderungan perilaku cyberbullying pada siswa di SMAN 19 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 420 siswa, sedangkan pengambilan sampel ditentukan menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan sampel penelitian sebanyak 191 siswa. Instrumen penelitian berupa skala keseimbangan emosional, skala kontrol diri, serta skala kecenderungan perilaku cyberbullying yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji regresi berganda untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Keseimbangan emosional siswa berada pada kategori sedang, kontrol diri berada pada kategori sedang, dan kecenderungan perilaku cyberbullying juga tergolong sedang. 2) Keseimbangan emosional dan kontrol diri secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap kecenderungan perilaku cyberbullying. Hal ini berarti semakin tinggi keseimbangan emosional dan kontrol diri siswa, maka semakin rendah kecenderungan mereka melakukan cyberbullying.