Puisi "Aku" karya Chairil Anwar yang lahir pada era pendudukan Jepang (sekitar tahun 1943) merupakan salah satu urat nadi sastra modern Indonesia. Di balik bentuk estetika bahasanya yang mendobrak rima lama, puisi ini menyimpan rekaman psikologis dan sosiologis masyarakat yang tertindas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melihat puisi bukan sekadar sebagai ekspresi individualistis pengarang, melainkan sebagai sebuah respons radikal terhadap kondisi kemanusiaan pada masanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif melalui analisis tekstual, hasil kajian menunjukkan bahwa puisi "Aku" tidak sekadar bentuk pemberontakan individualistis egois, melainkan sebuah manifestasi perjuangan eksistensial manusia. Nilai kemanusiaan yang ditemukan meliputi hak atas kebebasan mutlak, keteguhan martabat di tengah penderitaan, serta optimisme dan vitalitas hidup yang melampaui kematian fisik. Puisi ini menjadi cermin realitas psikologis manusia yang mendamba kemandirian dan emansipasi jiwa dari kungkungan belenggu zaman.
Copyrights © 2024