Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran inklusif dalam meningkatkan kemampuan belajar matematika siswa berkebutuhan khusus (ABK) di kelas V SD Negeri 3 Tanjung Agung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa dengan karakteristik berbeda, yaitu dua siswa lambat belajar, dua siswa dengan kesulitan mengenal angka (diskalkulia), dan dua siswa dengan hiperaktif serta pemusatan perhatian lemah (ADHD). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran inklusif berupa penggunaan media konkret, diferensiasi tugas, pemberian waktu tambahan, dukungan emosional, dan kolaborasi antara guru, orang tua, serta teman sebaya mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan hasil belajar siswa ABK. Peningkatan terlihat dari skor observasi aktivitas belajar yang naik dari kategori “cukup” menjadi “baik” dan “sangat baik”. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran inklusif tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi ABK, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman belajar mereka dalam memahami konsep matematika, khususnya materi pecahan.
Copyrights © 2026