Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah perkembangan Ndikar sebagai seni beladiri tradisional masyarakat Karo di Desa Lingga pada rentang tahun 2013 hingga 2025, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi eksistensi dan upaya pelestariannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi empat tahapan utama: heuristik (pengumpulan sumber), kritik (verifikasi data), interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam periode 2013-2025, Ndikar mengalami transformasi fungsi dari alat pertahanan diri menjadi sarana hiburan dan pertunjukan budaya dalam upacara adat seperti kerja tahun serta festival budaya. Faktor internal yang mendukung perkembangannya meliputi semangat kolektif masyarakat Desa Lingga dalam menjaga warisan leluhur, sementara faktor eksternal melibatkan dukungan pemerintah daerah dalam promosi pariwisata budaya. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya minat generasi muda akibat arus modernisasi, sehingga strategi pelestarian dilakukan melalui pembentukan sanggar seni dan integrasi Ndikar ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ndikar tetap menjadi pilar identitas budaya masyarakat Karo di Desa Lingga yang adaptif terhadap perubahan zaman melalui revitalisasi fungsi sosialnya.
Copyrights © 2026