Penelitian ini mengkaji implementasi strategi manajemen kinerja yang menitikberatkan pada metode coaching dan mentoring sebagai instrumen untuk meningkatkan mutu pengajaran di SMA Negeri 12 Medan. Berbeda dengan evaluasi kinerja konvensional yang bersifat administratif, pendekatan ini mengedepankan dialog kolaboratif dan bimbingan berkelanjutan antara kepala sekolah atau guru senior dengan guru mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan analisis terhadap pola interaksi profesional di lingkungan sekolah. Temuan menunjukkan bahwa penerapan coaching mampu mendorong refleksi diri guru terhadap praktik pembelajaran di kelas, sementara mentoring memfasilitasi transfer pengetahuan teknis dan pedagogis secara efektif. Integrasi kedua metode ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang suportif, yang pada akhirnya berdampak positif pada kualitas interaksi guru-siswa dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi manajemen kinerja dari model penilaian menjadi model pengembangan manusia merupakan kunci dalam mencapai keunggulan akademik di tingkat pendidikan menengah.
Copyrights © 2026