Penelitian ini memfokuskan kajian tentang perundungan pada Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna. Novel ini mempersoalkan perundungan yang dialami tokoh utama sebagai korban. Penelitian ini akan mendeskripsikan bentuk, faktor terjadinya, dampak, dan karakteristik perundungan. Teori yang dipedomani adalah sosiologi sastra khususnya sosiologi karya sastra. Kategori penelitian ini adalah penelitian sastra berbasis metode deskriptif kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa berbagai bentuk bahasa dalam novel yang mengandung makna tentang masalah yang dikaji. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan terkait potret perundungan yang terdapat pada novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna. Selain itu, peneliti akan menelaah isi dari novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna dengan memahami dan mendeskripsikan berbagai tindakan serta tuturan antar tokoh dalam novel. Setelah dianalisis, peneliti menemukan bentuk-bentuk perundungan berupa fisik, verbal, dan psikologis. Kemudian, perundungan disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Lalu, dampak perundungan berupa fisik, sosial, dan psikologis. Karakteristik perundungan ditinjau dari aspek pelaku, korban dan saksi. Analisis data dilakukan dengan cara mengklasifikasi, mengelompokkan data sesuai dengan bentuk-bentuk perundungan, faktor penyebab perundungan, dan dampak perundungan. Teknik penganalisisan data dilakukan denga cara 1). Mengklasifikasi data dan analisis data. Data yang sudah diinventarisasikan dianalisis dengan menggunakan format klasifikasi yang berkaitan dengan potret perundungan dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. Adapun potret perundungan diklasifikasikan berdasarkan bentuk, penyebab dan dampak perundungan. 2. Menginterpretasikan data dengan menafsirkan dan menganalisis data potret perundungan pada novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna.
Copyrights © 2025