Penyalahgunaan narkoba pada siswa SMP di Indonesia menunjukkan tren eskalasi dengan peningkatan prevalensi dari 1,44% menjadi 1,52% pada tahun 2023. Kerentanan ini meningkat tajam pada remaja di wilayah eks lokalisasi yang dicirikan oleh norma sosial permisif dan aksesibilitas zat yang mudah. Penelitian ini bertujuan merancang intervensi pencegahan komprehensif menggunakan protokol Intervention Mapping (IM). Metode yang diterapkan mencakup tiga fase awal IM: asesmen masalah melalui Precede Model, penyusunan Logic Model of Change, dan formulasi aplikasi praktis . Hasil penelitian mengidentifikasi koping maladaptif dan rendahnya efikasi diri sebagai determinan perilaku utama, sementara lemahnya kolaborasi mesosistem antara sekolah dan keluarga menjadi faktor lingkungan krusial . Intervensi yang diusulkan mencakup pelatihan refusal skills melalui active learning bagi siswa serta aktivasi forum komunikasi lintas sektor bagi pemangku kepentingan . Simpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara restrukturisasi kognitif individu dan penguatan dukungan sosial komunitas merupakan solusi strategis yang krusial untuk memutus rantai perilaku berisiko di wilayah marjinal .
Copyrights © 2026