Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job demands terhadap job burnout, pengaruh job burnout terhadap counterproductive work behavior (CWB), serta pengaruh job demands terhadap CWB, dengan menguji peran kepribadian neuroticism sebagai variabel moderator. Penelitian ini dilakukan pada anggota Polri di Kepolisian Resor Kota Gorontalo (Polresta Gorontalo Kota) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik non-probability sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dan content analysis menggunakan instrumen Job Demands-Resources (JD-R) (α = 0,819), Counterproductive Work Behavior Checklist (CWB-C) (α = 0,720), Oldenburg Burnout Inventory (α = 0,706), serta skala kepribadian BFI-10 (α = 0,840). Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa job demands berpengaruh positif dan signifikan terhadap job burnout. Selanjutnya, job burnout juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap CWB. Selain itu, job demands terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap CWB, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui job burnout sebagai variabel mediasi. Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya tuntutan pekerjaan pada anggota Polri berkontribusi terhadap meningkatnya kelelahan kerja yang pada akhirnya memicu perilaku kerja kontraproduktif. Namun demikian, kepribadian neuroticism tidak terbukti memoderasi hubungan antara job demands dan CWB. Oleh karena itu, institusi kepolisian, khususnya Polresta Gorontalo Kota, perlu mengelola tuntutan kerja secara proporsional serta memperkuat strategi pencegahan kelelahan kerja guna meminimalkan perilaku kerja kontraproduktif.
Copyrights © 2026