Era disrupsi dalam pendidikan telah membawa perubahan digital yang signifikan, namun juga meningkatkan kompleksitas tugas guru dan menyebabkan fenomena burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor penyebab, dampak, serta strategi untuk mengatasi burnout yang dialami guru di era disrupsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Enam artikel yang dipilih dari database Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2025-2026 dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan burnout antara lain adalah beban kerja administratif yang berat, ketidakadilan dalam organisasi, serta keterbatasan sarana pendukung di beberapa daerah. Dampak dari burnout terlihat dalam bentuk kelelahan emosional, penurunan efikasi diri, serta penurunan kualitas kinerja profesional. Di sisi lain , dukungan dari kepemimpinan, motivasi intrinsik, dan ketahanan psikologis ditemukan sebagai faktor pelindung yang efektif. Kesimpulannya, untuk mengatasi burnout diperlukan pendekatan sistemik yang menggabungkan perbaikan kondisi kerja dengan penguatan kapasitas mental individu. sehingga dapat menjaga kesejahteraan guru sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
Copyrights © 2026