Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerentanan pekerja konstruksi gedung di Surabaya terhadap bencana angin puting beliung serta belum optimalnya penerapan kebijakan keselamatan kerja di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji implementasi manajemen bencana dalam melindungi keselamatan pekerja konstruksi dengan menggunakan kerangka teori implementasi kebijakan Edwards III. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan studi pustaka dengan teknik analisis deskriptif kualitatif terhadap jurnal ilmiah, regulasi, dan laporan kasus terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan efektif, yang tercermin pada kendala dalam aspek komunikasi, keterbatasan sumber daya, rendahnya komitmen pelaksana, serta lemahnya koordinasi dalam struktur birokrasi. Keempat aspek tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi tingkat keselamatan kerja di sektor konstruksi. Maka dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama terletak pada ketidakefektifan implementasi kebijakan secara sistemik. Oleh karena itu, hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam penguatan sistem manajemen bencana guna meningkatkan perlindungan keselamatan pekerja konstruksi.
Copyrights © 2026