Perkembangan media sosial telah menciptakan ruang baru bagi pembentukan identitas dan praktik komunikasi budaya, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu fenomena yang berkembang melalui media sosial adalah subkultur WIBU, yaitu komunitas penggemar budaya populer Jepang yang aktif mengekspresikan identitasnya di ruang digital. Instagram, sebagai platform berbasis visual, menjadi medium utama dalam penyebaran simbol budaya, interaksi sosial, dan pembentukan identitas kolektif komunitas WIBU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Instagram dalam membentuk identitas subkultur WIBU di Kota Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap anggota komunitas WIBU. Kerangka analisis yang digunakan adalah New Media Theory oleh Pierre Lévy dan S-O-M-E Framework (Share, Optimize, Manage, Engage). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan sebagai ruang komunikasi budaya yang memungkinkan anggota komunitas WIBU memproduksi, menyebarkan, dan mengelola representasi identitas melalui konten visual dan interaksi digital. Aktivitas berbagi konten, optimalisasi fitur platform, pengelolaan identitas digital, serta keterlibatan antaranggota komunitas membentuk identitas kolektif yang bersifat hibrida antara budaya global dan lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai arena pembentukan identitas dan transformasi budaya di era digital.
Copyrights © 2026