Sosis ikan lele merupakan produk diversifikasi pangan yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber protein hewani. Penambahan kolang-kaling (Arenga pinnata) yang kaya galaktomanan berpotensi memperbaiki tekstur sekaligus meningkatkan nilai fungsional produk. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan puree kolang-kaling terhadap karakteristik sensori dan kimia sosis ikan lele serta menentukan formulasi terbaik. Puree kolang-kaling ditambahkan pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% dari berat daging ikan. Uji sensori dilakukan menggunakan metode hedonik oleh 35 panelis semi-terlatih, sedangkan analisis kimia meliputi kadar air, abu, protein, karbohidrat, dan serat. Hasil menunjukkan bahwa penambahan kolang-kaling berpengaruh signifikan terhadap penerimaan sensori produk. Formulasi terbaik diperoleh pada penambahan 30% kolang-kaling dengan skor hedonik warna 4,17; aroma 3,97; rasa 4,26; tekstur 4,11; dan kenampakan 4,03. Produk tersebut memiliki kadar air 44,44%, abu 0,81%, protein 11,94%, karbohidrat 41,54%, dan serat 1,24%. Berdasarkan nilai gizi per sajian (35 g), produk berkontribusi terhadap kebutuhan protein dan karbohidrat harian. Hasil uji mikrobiologi juga menunjukkan bahwa sosis memenuhi persyaratan keamanan pangan dan layak untuk dikonsumsi.
Copyrights © 2026