Penelitian ini mengeksplorasi marginalisasi nilai sosial dan pergeseran realitas dalam karya sastra siswa XI SMAN 1 Ponggok. Masalah utama terletak pada bagaimana identitas digital mendistorsi kepekaan sosial siswa di lingkungan rural. Bertujuan untuk mendekonstruksi narasi "pinggiran" dan realitas virtual, penelitian kualitatif ini menerapkan pendekatan dekonstruksi Derridean melalui analisis tekstual mendalam. Prosedur penelitian meliputi pengumpulan korpus cerpen siswa, identifikasi oposisi biner, dan pelacakan jejak intertekstual digital. Hasil penelitian mengungkapkan adanya ambivalensi antara nilai komunal tradisional dan simulakra virtual. Temuan menunjukkan bahwa karya siswa merefleksikan krisis identitas di mana realitas virtual dianggap lebih otoritatif dibandingkan realitas fisik-sosial.
Copyrights © 2026