Kecamatan Sungai Bahar memiliki fenomena budaya yang menarik, khususnya kehadiran seni dan budaya transmigran yang telah berkembang sejak terbentuknya wilayah tersebut. Namun, di tengah kemajuan teknologi, generasi muda Sungai Bahar menunjukkan tanda-tanda kehilangan keterikatan pada akar budaya mereka. Generasi muda mulai kehilangan pemahaman tentang budaya lokal, termasuk seni dan budaya transmigran yang berkembang di lingkungan mereka. Studi ini bertujuan untuk memetakan potensi seni dan budaya transmigran di Sungai Bahar dan memvisualisasikannya sebagai bentuk upaya pelestarian. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya empat desa yang masih mempertahankan kegiatan seni dan budaya, meskipun berada dalam keadaan tidak aktif secara terus-menerus. Penelitian menyumpulkan bahwa pemetaan dan visualisasi budaya dapat menjadi langkah pertama dalam mendukung upaya pelestarian dan penguatan identitas budaya masyarakat transmigran dari kaca mata kronologi.
Copyrights © 2026