Penelitian ini bertujuan untuk melakukan diagnostika kritis terhadap krisis adab digital pada peserta didik dan merumuskan rekonstruksi kurikulum madrasah dengan menggunakan Maqasid al-Shari'ah sebagai fondasi filosofis-metodologis. Fenomena kontemporer menunjukkan bahwa disrupsi digital tidak hanya menghadirkan kemudahan akses informasi, tetapi juga membawa penyakit sosial siber seperti cyberbullying, kecanduan gawai, hoaks, dan erosi kontrol diri yang sistematis. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif , penelitian ini membedah realitas moralitas digital sebagai gejala (symptom) dari rapuhnya jangkar spiritual dalam kurikulum modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum madrasah tidak boleh berhenti pada penambahan materi fikih digital secara artifisial, melainkan harus merevitalisasi empat pilar Maqasid al-Shari'ah: hifz al-din (pembiasaan adab virtual), hifz al-‘aql (kedaulatan berpikir kritis-reflektif), hifz al-nafs (perlindungan kesehatan mental dari toksisitas siber), dan hifz al-nasl (penjagaan keberlanjutan moral generasi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Maqasid al-Shari'ah mampu bertindak sebagai pisau bedah sekaligus kompas transformatif untuk melahirkan kurikulum yang adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa mengorbankan kedalaman moral dan spiritual peserta didik.
Copyrights © 2026