Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi momentum dan impuls menggunakan instrumen Four-Tier Diagnostic Test berbasis multirepresentasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 100 siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota Jambi yang telah mempelajari materi momentum dan impuls. Instrumen penelitian berupa Four-Tier Diagnostic Test berbasis multirepresentasi yang terdiri atas empat tingkat respons, yaitu jawaban konsep, tingkat keyakinan terhadap jawaban, alasan pemilihan jawaban, dan tingkat keyakinan terhadap alasan. Data dianalisis dengan mengelompokkan respons siswa ke dalam lima kategori konsepsi, yaitu Scientific Conception (SC), Misconception (MSC), Lack of Knowledge (LK), False Positive (FP), dan False Negative (FN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi makroskopik diperoleh persentase SC sebesar 39%, MSC 30%, LK 21%, FP 6%, dan FN 4%. Sementara itu, pada representasi simbolik diperoleh persentase SC sebesar 28%, MSC 25%, LK 30%, FP 9%, dan FN 8%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami konsep melalui fenomena nyata dibandingkan representasi simbolik. Oleh karena itu, penggunaan Four-Tier Diagnostic Test berbasis multirepresentasi dapat mengidentifikasi miskonsepsi siswa secara lebih akurat dan komprehensif.
Copyrights © 2026