Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran fisika yang menggunakan pendekatan neuroeducation. Neuroeducation merupakan suatu pendekatan yang mengintegrasikan ilmu saraf, psikologi dan pendidikan dalam merancang proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survey. Subjek penelitian berjumlah 68 orang mahasiswa program studi Pendidikan Fisika, Universitas Jambi. Instrumen yang digunakan berupa angket skala likert yang terdiri atas empat poin dan enam pernyataan yang telah disklasifikasikan dalam dimensi utama neuroeducation. Data dianalisis menggunakan persentase dan rata-rata skor untuk menggambarkan persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran fisika berbasis neuroeducation. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 95,6% mahasiswa menyatakan bahwa materi fisika lebih mudah diingat ketika dikaitkan dengan contoh nyata, lebih dari 80% menyatakan bahwa lingkungan belajar yang mendukung dan emosi positif meningkatkan pemahaman, serta 77,9% menyatakan kemampuan berpikir berkembang ketika pembelajaran disesuaikan dengan cara kerja otak. Secara keseluruhan, persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran fisika berbasis neuroeducation berada pada kategori sangat positif. Penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang positif terhadap penerapan prinsip neuroeducation dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026