Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan regional di Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengangguran pemuda, yaitu upah, inflasi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketimpangan regional masih menjadi permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang ditandai dengan perbedaan tingkat kesejahteraan, kesempatan kerja, dan kualitas sumber daya manusia antar wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah minimum yang tidak merata dapat memengaruhi keputusan tenaga kerja pemuda dalam memasuki pasar kerja. Inflasi berdampak pada penurunan daya beli masyarakat yang pada akhirnya memengaruhi penyerapan tenaga kerja. Selain itu, IPM memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja, namun ketidakseimbangan antara peningkatan IPM dan ketersediaan lapangan kerja dapat menyebabkan pengangguran terdidik. Dengan demikian, ketiga faktor tersebut saling berkaitan dan berkontribusi terhadap ketimpangan regional di Indonesia.
Copyrights © 2026