Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi di Indonesia sehingga pemerintah terus mengembangkan berbagai kebijakan perlindungan sosial, salah satunya melalui Program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, implementasi BLT juga mengalami transformasi digital melalui pemanfaatan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, serta efektivitas penyaluran bantuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran transformasi digital dalam implementasi Program Bantuan Langsung Tunai terhadap penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui pengumpulan data sekunder yang berasal dari artikel ilmiah, buku, laporan pemerintah, serta publikasi lembaga nasional dan internasional yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, membandingkan, dan menginterpretasikan berbagai temuan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan efektivitas Program Bantuan Langsung Tunai melalui perbaikan kualitas pendataan penerima bantuan, percepatan proses verifikasi dan validasi data, peningkatan transparansi serta akuntabilitas penyaluran bantuan sosial, dan penguatan pengambilan keputusan berbasis data. Meskipun demikian, implementasi transformasi digital masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kualitas data yang belum sepenuhnya mutakhir, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital masyarakat, serta perlunya penguatan keamanan data pribadi. Oleh karena itu, optimalisasi transformasi digital melalui pengembangan sistem informasi yang terintegrasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan tata kelola data menjadi strategi penting dalam meningkatkan efektivitas Program Bantuan Langsung Tunai sebagai instrumen kebijakan ekonomi untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia.