Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Penyebab Pengangguran Usia Produktif di Era Digital: Penelitian Anggun Melani; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan regional di Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengangguran pemuda, yaitu upah, inflasi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketimpangan regional masih menjadi permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang ditandai dengan perbedaan tingkat kesejahteraan, kesempatan kerja, dan kualitas sumber daya manusia antar wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah minimum yang tidak merata dapat memengaruhi keputusan tenaga kerja pemuda dalam memasuki pasar kerja. Inflasi berdampak pada penurunan daya beli masyarakat yang pada akhirnya memengaruhi penyerapan tenaga kerja. Selain itu, IPM memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja, namun ketidakseimbangan antara peningkatan IPM dan ketersediaan lapangan kerja dapat menyebabkan pengangguran terdidik. Dengan demikian, ketiga faktor tersebut saling berkaitan dan berkontribusi terhadap ketimpangan regional di Indonesia.
Transformasi Digital dalam Program Bantuan Langsung Tunai terhadap Penurunan Tingkat Kemiskinan di Indonesia Delfi Yani; Ansharullah Ansharullah; Anggun Melani; Dimas Dwi Nanda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10070

Abstract

Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi di Indonesia sehingga pemerintah terus mengembangkan berbagai kebijakan perlindungan sosial, salah satunya melalui Program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, implementasi BLT juga mengalami transformasi digital melalui pemanfaatan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, serta efektivitas penyaluran bantuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran transformasi digital dalam implementasi Program Bantuan Langsung Tunai terhadap penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui pengumpulan data sekunder yang berasal dari artikel ilmiah, buku, laporan pemerintah, serta publikasi lembaga nasional dan internasional yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, membandingkan, dan menginterpretasikan berbagai temuan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan efektivitas Program Bantuan Langsung Tunai melalui perbaikan kualitas pendataan penerima bantuan, percepatan proses verifikasi dan validasi data, peningkatan transparansi serta akuntabilitas penyaluran bantuan sosial, dan penguatan pengambilan keputusan berbasis data. Meskipun demikian, implementasi transformasi digital masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kualitas data yang belum sepenuhnya mutakhir, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital masyarakat, serta perlunya penguatan keamanan data pribadi. Oleh karena itu, optimalisasi transformasi digital melalui pengembangan sistem informasi yang terintegrasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan tata kelola data menjadi strategi penting dalam meningkatkan efektivitas Program Bantuan Langsung Tunai sebagai instrumen kebijakan ekonomi untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia.