Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis otentisitas hadis Nabi Muhammad SAW dalam perspektif ilmu hadis, mengkaji problematika penyebaran hadis di era digital dan dampaknya terhadap pendidikan Islam, serta merumuskan implikasi pedagogis bagi penguatan literasi hadis dan pembentukan karakter peserta didik dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tradisi kritik sanad dan matan merupakan metodologi ilmiah paling sistematis dalam peradaban Islam untuk menjaga kemurnian hadis, dan tetap relevan di era digital meski menghadapi tantangan baru berupa penyebaran konten keagamaan tanpa verifikasi yang memadai. Kedua, massifnya penyebaran hadis melalui media sosial telah menciptakan krisis literasi keagamaan yang serius di kalangan masyarakat Muslim, termasuk peserta didik, dengan mengaburkan batas antara hadis sahih dan hadis palsu serta menggeser tolok ukur kredibilitas keagamaan dari sanad keilmuan menjadi popularitas digital. Ketiga, penguatan pendidikan Islam kontemporer meniscayakan rekonstruksi kurikulum yang mengintegrasikan literasi hadis dan literasi digital keagamaan, penerapan model internalisasi karakter berbasis hadis autentik melalui tahapan ta'lim, tadrib, dan taqwim, serta pembelajaran kontekstual yang menghubungkan hadis dengan realitas kehidupan digital peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa otentisitas hadis merupakan prasyarat fundamental bagi pendidikan Islam yang mampu menghasilkan generasi Muslim dengan karakter religius yang kokoh, etika sosial yang santun, budaya ilmiah yang kritis, dan etika bermedia yang bertanggung jawab.
Copyrights © 2026