Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Role of the Family in Children's Education from the Tarbawi Hadith Perspective Filza Syifa Azzahroh; Romlah Abubakar Askar; Miftahuddin
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Januari 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i1.876

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran keluarga dalam pendidikan anak perspektif hadis tarbawi. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak yang memiliki peran penting dalam pembentukan akidah, ibadah, dan akhlak anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep peran keluarga dalam pendidikan anak berdasarkan hadis-hadis tarbawi serta relevansinya terhadap pendidikan anak di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari kitab hadis, buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan hadis tarbawi. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan menelaah hadis-hadis Nabi Muhammad saw. yang berkaitan dengan pendidikan anak dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan pendidikan akidah, membiasakan ibadah, dan membentuk akhlak anak melalui keteladanan, kasih sayang, pembiasaan, dan pengawasan. Hadis-hadis tarbawi memberikan pedoman yang komprehensif tentang pentingnya tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak agar menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Di era modern, konsep pendidikan keluarga dalam hadis tarbawi tetap relevan sebagai solusi dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan krisis moral anak. Dengan demikian, keluarga menjadi faktor utama dalam keberhasilan pendidikan anak menurut perspektif Islam.
Otentisitas Hadis Nabi dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer Selvi Syahfitri; Romlah Abubakar Askar; M. Suparta
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis otentisitas hadis Nabi Muhammad SAW dalam perspektif ilmu hadis, mengkaji problematika penyebaran hadis di era digital dan dampaknya terhadap pendidikan Islam, serta merumuskan implikasi pedagogis bagi penguatan literasi hadis dan pembentukan karakter peserta didik dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tradisi kritik sanad dan matan merupakan metodologi ilmiah paling sistematis dalam peradaban Islam untuk menjaga kemurnian hadis, dan tetap relevan di era digital meski menghadapi tantangan baru berupa penyebaran konten keagamaan tanpa verifikasi yang memadai. Kedua, massifnya penyebaran hadis melalui media sosial telah menciptakan krisis literasi keagamaan yang serius di kalangan masyarakat Muslim, termasuk peserta didik, dengan mengaburkan batas antara hadis sahih dan hadis palsu serta menggeser tolok ukur kredibilitas keagamaan dari sanad keilmuan menjadi popularitas digital. Ketiga, penguatan pendidikan Islam kontemporer meniscayakan rekonstruksi kurikulum yang mengintegrasikan literasi hadis dan literasi digital keagamaan, penerapan model internalisasi karakter berbasis hadis autentik melalui tahapan ta'lim, tadrib, dan taqwim, serta pembelajaran kontekstual yang menghubungkan hadis dengan realitas kehidupan digital peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa otentisitas hadis merupakan prasyarat fundamental bagi pendidikan Islam yang mampu menghasilkan generasi Muslim dengan karakter religius yang kokoh, etika sosial yang santun, budaya ilmiah yang kritis, dan etika bermedia yang bertanggung jawab.
EMOTION REGULATION STRATEGIES IN HADITH PERSPECTIVE AND THEIR RELEVANCE TO CONTEMPORARY PSYCHOLOGY Eriska Razilhija; Romlah Abubakar Askar; Abdul Ghofur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.790

Abstract

This study aims to examine emotion regulation strategies from the perspective of Hadith and their relevance to contemporary psychology. The main focus of this research is on three Hadiths that provide guidance on managing emotions, particularly anger: Hadith Abu Dawud no. 4150 on reciting ta'awudz when angry, Hadith Abu Dawud no. 4151 on changing body posture when angry, and Hadith Isnad Shahih no. 9630 on the prohibition of anger. These three Hadiths teach techniques that can help individuals manage their emotions effectively, such as seeking protection from Allah, changing physical conditions to relieve tension, and restraining from anger. From the perspective of contemporary psychology, these strategies resemble emotion regulation approaches found in theories such as cognitive reappraisal and emotion regulation strategies, which aim to change perception or physiological responses to negative emotions. This research also reveals how teachings in the Hadith can be used as a foundation to understand emotion regulation more holistically, integrating both spiritual and psychological dimensions. Through this understanding, the study highlights the importance of integrating Islamic teachings with contemporary psychological principles to create a more comprehensive approach to managing human emotions, particularly anger, in the modern world.
ECOLOGICAL EDUCATION IN THE PROPHET’S HADITHS: A THEMATIC STUDY ON HADITHS RELATED TO THE ENVIRONMENT Edy Kurniawan Awan; Romlah Abubakar Askar; Abdul Ghofur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.812

Abstract

Environmental awareness among humans regarding the importance of preserving nature—bestowed by Allah as a means to sustain life—is gradually declining. Irresponsible human actions frequently lead to environmental damage and ecological imbalance. If left unaddressed, such behavior poses serious threats to the continuity of life. This study aims to explore the Prophet Muhammad’s hadiths that emphasize the importance of environmental preservation. Employing a qualitative method with a literature review approach, this research analyzes relevant hadiths and scholarly interpretations. The findings reveal that the Prophet’s teachings on ecological preservation are comprehensive and highly relevant to contemporary environmental challenges. Most environmental degradation is a direct result of human actions, and the prophetic hadiths offer foundational solutions—framing what can be understood as an early model of ecological education in Islam. Keywords : Ecological education, hadith, environment
THE CONCEPT OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION FROM THE PERSPECTIVE OF THE HADITH OF THE PROPHET MUHAMMAD SAW Khairul Basruroh; Romlah Abubakar Askar; Abdul Ghofur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.816

Abstract

This article discusses the importance of Early Childhood Education (PAUD) from the perspective of the Hadith of the Prophet Muhammad SAW. PAUD does not only focus on cognitive aspects, but also on moral education, aqidah, and worship. Through the habituation of Islamic values, good examples from parents, and positive communication, holistic education can be achieved. The type of research used in this study is library research with a qualitative approach. The data used in this study are secondary data obtained from various sources such as journals, books, official reports, and other credible and relevant documents. By integrating formal and informal education approaches, it is hoped that future generations can grow into individuals with noble morals and faith. The conclusion of this article emphasizes that the role of parents as primary educators is very important in shaping children's character in accordance with Islamic teachings. One way to create the instillation of religious and moral values ​​from an early age is to provide learning in the form of hadiths given to early childhood through a learning method in early childhood education institutions.
GENDER EQUALITY IN THE QUR'AN: IMPLICATIONS FOR SOCIAL JUSTICE EDUCATION Ahmad Syarifudin; Romlah Abubakar Askar
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.827

Abstract

One of the serious considerations in Islam pertains to the position of men and women. Islam highly values the worth of women. Gender equality is an essential topic to ensure that individuals, regardless of their gender, have equal opportunities, rights, and responsibilities in all aspects of life, while eliminating discrimination, violence, and harassment against women. Therefore, further discourse is necessary to rectify misconceptions. This research aims to explore the positions of both genders. It emphasizes that men and women share the same human status, having been created from the same substance, as ordained by God. The study employs qualitative research, specifically a literature review using relevant journals, books, and articles related to this topic.
KRITIK GOLDZIHER DAN SCHACHT TERHADAP AUTENTISITAS HADIS SERTA RESPONS ULAMA HADIS Mafiqah Kayyisah; Romlah Abubakar Askar; Miftahuddin Miftahuddin
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 22, No 1 (2026): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v22i1.393

Abstract

AbstractThis study examines the Orientalist critique of hadith authority through the thoughts of Ignaz Goldziher and Joseph Schacht and compares it with the responses of hadith scholars. Using a qualitative library research method, this article analyzes the main arguments of Goldziher and Schacht alongside the methodological responses developed in classical and contemporary hadith scholarship. The findings show that Goldziher’s critique tends to generalize hadith as a reflection of later Muslim social, political, and theological conflicts without sufficiently examining the internal mechanisms of hadith transmission. Meanwhile, Schacht’s argument is problematic because it relies heavily on early fiqh literature to assess hadith authenticity and assumes that the absence of a hadith in legal discussions indicates its non-existence. In contrast, hadith scholars developed a systematic method of verification through sanad and matan criticism. Sanad criticism evaluates the continuity of transmission and the reliability of transmitters, while matan criticism examines textual coherence, conformity with stronger evidence, and consistency with established religious principles. This study concludes that Orientalist criticism is useful for encouraging historical awareness in hadith studies, but its methodological limitations must be assessed critically through the established tools of hadith scholarship.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji kritik orientalis terhadap otoritas hadis melalui pemikiran Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht serta membandingkannya dengan respons ulama hadis. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis penelitian kepustakaan, artikel ini menganalisis argumen utama Goldziher dan Schacht serta respons metodologis yang dikembangkan dalam tradisi ilmu hadis klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik Goldziher cenderung menggeneralisasi hadis sebagai cerminan konflik sosial, politik, dan teologis umat Islam pasca-Nabi tanpa cukup mempertimbangkan mekanisme internal transmisi hadis. Sementara itu, argumen Schacht bermasalah karena terlalu bertumpu pada literatur fikih awal untuk menilai autentisitas hadis dan mengasumsikan bahwa ketiadaan hadis dalam diskusi hukum tertentu menunjukkan bahwa hadis tersebut belum ada. Sebaliknya, ulama hadis telah mengembangkan metode verifikasi yang sistematis melalui kritik sanad dan matan. Kritik sanad menilai kesinambungan periwayatan dan kredibilitas perawi, sedangkan kritik matan menguji koherensi teks, kesesuaiannya dengan dalil yang lebih kuat, serta konsistensinya dengan prinsip-prinsip agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kritik orientalis berguna untuk mendorong kesadaran historis dalam studi hadis, tetapi keterbatasan metodologisnya harus dinilai secara kritis melalui perangkat ilmu hadis yang telah mapan.
TAKHRĪJ HADIS TAWĀZUN DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUKU AL-QUR’AN HADIS KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH Anadita Veria Sandi; Romlah Abubakar Askar
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v13i1.20674

Abstract

The principle of tawāzun (balance) in Islam holds a central position as a foundation for character building and education that integrates spiritual aspects with social life. This article examines the hadiths on tawāzun presented in the Al-Qur’an Hadith textbook for Grade VIII of Madrasah Tsanawiyah, published by the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia. The study employs a library research approach with the method of takhrīj al-hadith to trace the chain of transmission (sanad) and the text (matan) of the hadiths used as references. The findings indicate that the tawāzun hadiths in the textbook originate from authoritative hadith collections, particularly Ṣaḥīḥ Muslim and Sunan al-Nasā’ī, and are classified as authentic in terms of both sanad and matan. The content of these hadiths emphasizes the necessity of maintaining balance in life, covering both worship and worldly activities. The Islamic educational values contained therein include moderation, responsibility, harmony between the physical and spiritual, as well as awareness of life’s holistic purpose. Thus, the tawāzun hadiths are highly relevant as a basis for Islamic character education in shaping students’ moderate and balanced attitudes. Prinsip tawāzun (keseimbangan) dalam Islam menempati posisi penting sebagai landasan pembentukan karakter dan pendidikan yang menyatukan aspek spiritual serta sosial kemasyarakatan. Artikel ini mengkaji hadis-hadis tentang tawāzun yang terdapat dalam buku al-Qur’an Hadis kelas VIII Madrasah Tsanawiyah terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan metode takhrīj hadis untuk menelusuri sanad dan matan hadis yang dijadikan rujukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis-hadis tawāzun dalam buku tersebut bersumber dari kitab-kitab hadis otoritatif, terutama Ṣaḥīḥ Muslim dan Sunan al-Nasā’ī, serta dinilai sahih dari segi sanad dan matannya. Kandungan hadis-hadis tersebut menegaskan pesan penting mengenai keseimbangan hidup dalam aspek ibadah dan aktivitas duniawi. Nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung meliputi moderasi, tanggung jawab, harmoni jasmani dan rohani, serta kesadaran akan tujuan hidup yang holistik. Dengan demikian, hadis tawāzun relevan dijadikan dasar pendidikan karakter Islami dalam membentuk sikap moderat dan seimbang bagi peserta didik. 
Internalisasi Nilai Profetik Hadis dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di Era Digital Indra Lesmana; Romlah Abubakar Askar; Miftahuddin Miftahuddin
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.4007

Abstract

Internalisasi nilai profetik hadis menjadi penting dalam membentuk karakter religius peserta didik di era digital yang ditandai oleh meningkatnya tantangan moral akibat perkembangan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji internalisasi nilai profetik hadis serta merumuskan strategi internalisasinya dalam membentuk karakter religius peserta didik di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan sumber data berupa hadis-hadis dalam Kutub al-Sittah. Data dianalisis secara tematik melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis terhadap nilai-nilai profetik yang terkandung dalam hadis. Hasil penelitian mengidentifikasi lima nilai utama, yaitu kejujuran (ṣidq), disiplin (istiqāmah), tanggung jawab (amānah), kasih sayang (raḥmah), dan kebijaksanaan (ḥikmah). Internalisasi nilai-nilai tersebut dirumuskan melalui integrasi kurikulum, pembiasaan perilaku (habit formation), dan keteladanan (uswah ḥasanah) pendidik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi internalisasi tersebut berkontribusi dalam membentuk karakter religius peserta didik di era digital.
SINONIMITAS HADITS : Telaah Sinonim Term Hadits, Struktur, dan Macam Hadits Robiatul Adawiyah; Romlah Abubakar Askar
DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis Vol. 4 No. 02 (2024): DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/dirayah.v4i2.246

Abstract

Hadith have an important and fundamental role in the Islamic religion, namely as one of the guidelines and sources of Islamic law after the Koran. Hadith has many other terms which are known to be synonymous with the term hadith such as sunnah, khabar, and atsar. In this case there are several differences of opinion, some equate them and there are also those who differentiate these terms. Therefore, in the author's opinion, this is important to study in more depth. Thus, this article will discuss the synonymity of hadiths, as well as the overall structure and division of hadiths. The method used in writing this article is the library research method by collecting data from various types of existing literature related to the theme that the author is studying, both in the form of books, journals and other relevant literature.