Penelitian ini dimotivasi oleh rendahnya minat dan hasil belajar IPAS di kalangan siswa kelas V SD Negeri 23 Pemecutan, yang disebabkan oleh pembelajaran berpusat pada guru yang membatasi partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri dan untuk mendeskripsikan penerapannya di kelas. Penelitian ini didasarkan pada teori konstruktivis, yang menekankan bahwa pengetahuan secara aktif dibangun oleh siswa melalui pengalaman belajar. Model pembelajaran inkuiri dipilih karena mendorong siswa untuk berpikir kritis, melakukan investigasi, dan secara mandiri menemukan konsep. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 22 siswa kelas 5 SD Negeri 23 Pemecutan. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase penguasaan belajar, dan secara kualitatif melalui analisis deskriptif untuk meneliti perubahan aktivitas belajar dan minat siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan hasil belajar IPAS siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata dan persentase penguasaan pembelajaran dari kondisi awal hingga Siklus I, dan peningkatan yang lebih signifikan pada Siklus II hingga kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan tercapai. Selain itu, minat dan partisipasi siswa dalam belajar juga meningkat, yang tercermin dalam keterlibatan aktif mereka dalam bertanya, berdiskusi, dan melakukan investigasi. Oleh karena itu, model pembelajaran inkuiri efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas lima SD Negeri 23 Pemecutan.
Copyrights © 2026