Ni Nyoman Tri Wahyuni
PGSD UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Model Inkuiri Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Negeri 23 Pemecutan Ni Kadek Yuliana Dewi; Heny Perbowosari; Ni Nyoman Tri Wahyuni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7101

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh rendahnya minat dan hasil belajar IPAS di kalangan siswa kelas V SD Negeri 23 Pemecutan, yang disebabkan oleh pembelajaran berpusat pada guru yang membatasi partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri dan untuk mendeskripsikan penerapannya di kelas. Penelitian ini didasarkan pada teori konstruktivis, yang menekankan bahwa pengetahuan secara aktif dibangun oleh siswa melalui pengalaman belajar. Model pembelajaran inkuiri dipilih karena mendorong siswa untuk berpikir kritis, melakukan investigasi, dan secara mandiri menemukan konsep. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 22 siswa kelas 5 SD Negeri 23 Pemecutan. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase penguasaan belajar, dan secara kualitatif melalui analisis deskriptif untuk meneliti perubahan aktivitas belajar dan minat siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan hasil belajar IPAS siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata dan persentase penguasaan pembelajaran dari kondisi awal hingga Siklus I, dan peningkatan yang lebih signifikan pada Siklus II hingga kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan tercapai. Selain itu, minat dan partisipasi siswa dalam belajar juga meningkat, yang tercermin dalam keterlibatan aktif mereka dalam bertanya, berdiskusi, dan melakukan investigasi. Oleh karena itu, model pembelajaran inkuiri efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas lima SD Negeri 23 Pemecutan.
Pengaruh Penggunaan Media Papan Satuan Panjang Baku Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SD 2 Peguyangan Heny Perbowosari; Ni Putu Ayu Mendari Dewi; Ni Nyoman Tri Wahyuni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7238

Abstract

Penelitian ini melatarbelakangi adanya kesulitan siswa kelas III SD Negeri 2 Peguyangan dalam memahami konsep matematika yang bersifat abstrak, khususnya pada materi konversi satuan panjang baku. Hal ini disebabkan oleh dominasi penggunaan metode konvensional dan keterbatasan pemanfaatan alat peraga edukatif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan media Papan Satuan Panjang Baku terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 2 Peguyangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III di SD Negeri 2 Peguyangan yang berjumlah 37 orang siswa. Pengumpulan data hasil belajar kognitif dikumpulkan menggunakan instrumen tes objektif pilihan ganda sebanyak 15 butir soal yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Mengingat data penelitian berdistribusi tidak normal, maka analisis data dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik, yaitu Uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 60,00 meningkat signifikan pada posttest menjadi 77,73, dengan perolehan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar < 0,001 (p < 0,05). Peningkatan ini juga diperkuat oleh nilai rata-rata N-Gain Score sebesar 0,461 yang masuk dalam kategori sedang, serta didukung oleh respon siswa sebesar 82% dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan media Papan Satuan Panjang Baku memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas III di SD Negeri 2 Peguyangan.
Pendekatan Deep Learning pada Materi Aku dan Lingkungan Sekitarku dalam Mata Pelajaran IPAS Kelas III SDN 6 Penatih Ni Putu Yunia Cahya Dewi; I Made Wirahadi Kusuma; Ni Nyoman Tri Wahyuni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7439

Abstract

Pergeseran paradigma pendidikan melalui Kurikulum Merdeka menuntut model pembelajaran yang tidak sekadar mengandalkan hafalan, melainkan berfokus pada pemahaman konseptual yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif penerapan pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi "Aku dan Lingkungan Sekitarku" di kelas III SDN 6 Penatih. Studi ini juga memetakan berbagai faktor pendukung, kendala operasional, serta implikasi psikopedagogis dari pendekatan tersebut terhadap dinamika belajar siswa. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui teknik observasi non partisipatif, wawancara mendalam bersama guru kelas dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning dilaksanakan secara berkesinambungan melalui tiga pilar utama, yakni mindful learning (pembelajaran berkesadaran), meaningful learning (pembelajaran bermakna), dan joyful learning (pembelajaran menyenangkan). Faktor pendukung utama meliputi empati pedagogis guru dan ketersediaan infrastruktur digital sekolah, sedangkan hambatan yang muncul bersumber dari variasi konsep diri serta kecemasan internal pada sebagian siswa kelas rendah. Implikasi dari pendekatan ini secara nyata mampu menstimulasi motivasi intrinsik, mengasah nalar kritis, dan mendorong siswa untuk tumbuh menjadi individu yang berfungsi utuh (fully functioning person).