Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran akun TikTok @Tenuedeattire pada segmen konten “Sorry, Bukan Tipe Gue” menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus dan analisis konten. Data diperoleh dari observasi konten TikTok serta wawancara mendalam dengan tujuh informan selama periode Maret hingga September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis humor berhasil menarik perhatian audiens karena konten dikemas secara menghibur sehingga tidak terlihat seperti iklan. Strategi tersebut membuat banyak konten masuk ke halaman FYP dan meningkatkan brand awareness audiens terhadap produk yang dipromosikan. Selain itu, interaksi dua arah antara akun dan pengikut juga mampu membangun kedekatan emosional dengan audiens. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa unsur hiburan yang terlalu dominan menyebabkan audiens lebih fokus pada isi konten dibandingkan produk yang dijual. Akibatnya, minat untuk membeli produk menjadi kurang maksimal. Selain itu, tingginya jumlah like, share, komentar, dan followers belum mampu meningkatkan penjualan secara signifikan karena tidak adanya tautan pembelian langsung yang memudahkan audiens melakukan transaksi. Kesimpulannya, strategi humor dalam soft-selling efektif untuk menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran merek, tetapi tetap memerlukan Call-to-Action yang jelas agar perhatian audiens dapat diubah menjadi konversi penjualan.
Copyrights © 2026