Abstraks Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran inklusif dalam menumbuhkan sikap toleransi anak usia dini di TK Islam Tunas Insan Cendikia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berupa guru, kepala sekolah, dan anak-anak yang terlibat dalam pembelajaran inklusif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inklusif memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan sikap toleransi anak. Anak belajar memahami perbedaan, menghargai teman, tidak mengucilkan anak berkebutuhan khusus, serta menunjukkan sikap empati dan kepedulian melalui interaksi sosial sehari-hari di kelas. Guru berperan penting sebagai fasilitator dan teladan dalam membentuk perilaku toleran melalui kegiatan pembelajaran bersama tanpa diskriminasi. Selain itu, penggunaan metode bermain kelompok dan komunikasi aktif membantu anak membangun kerja sama dan rasa saling menghargai. Penelitian juga menemukan beberapa tantangan, seperti kurangnya keterbukaan orang tua mengenai kondisi anak dan kebutuhan kesabaran yang tinggi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Namun, guru menerapkan strategi berupa pendekatan fleksibel, pemberian pemahaman secara berulang, dan kerja sama dengan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Dengan demikian, pembelajaran inklusif efektif dalam menanamkan nilai toleransi sejak usia dini.
Copyrights © 2026