Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi realitas sosial dalam cerpen Wabah karya Musthofa Bisri melalui pendekatan mimesis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data utama penelitian berupa cerpen Wabah karya Musthofa Bisri, sedangkan data penelitian berupa kutipan kata, kalimat, dialog, dan narasi yang mengandung representasi sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Wabah merepresentasikan berbagai persoalan sosial masyarakat Indonesia, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, budaya saling menyalahkan, pembuatan kebijakan publik yang tidak berbasis bukti, penurunan sensitivitas moral masyarakat, dan pudarnya sistem meritokrasi. Simbol “bau tak sedap” dalam cerpen dimaknai sebagai metafora atas krisis moral dan kerusakan sosial yang telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa Musthofa Bisri menggunakan satire dan simbolisme sebagai bentuk kritik sosial terhadap elite kekuasaan dan masyarakat yang mulai terbiasa dengan praktik penyimpangan sosial. Temuan penelitian ini sejalan dengan teori mimesis Plato yang memandang karya sastra sebagai representasi realitas sosial masyarakat serta pandangan Aristoteles yang menempatkan karya sastra sebagai hasil kreativitas pengarang dalam menafsirkan kenyataan kehidupan.
Copyrights © 2026