Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SASTRA DAN KENYATAAN DALAM CERPEN “WABAH” KARYA MUSTHOFA BISRI: PENDEKATAN MIMESIS: Giri Indra Kharisma, Yoventa Nahak, Jose Da Conceicao Verdial Giri Indra Kharisma; Yoventa Nahak; Jose Da Conceicao Verdial
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 01 (2026): JUBINDO: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v11i01.11002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi realitas sosial dalam cerpen Wabah karya Musthofa Bisri melalui pendekatan mimesis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data utama penelitian berupa cerpen Wabah karya Musthofa Bisri, sedangkan data penelitian berupa kutipan kata, kalimat, dialog, dan narasi yang mengandung representasi sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Wabah merepresentasikan berbagai persoalan sosial masyarakat Indonesia, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, budaya saling menyalahkan, pembuatan kebijakan publik yang tidak berbasis bukti, penurunan sensitivitas moral masyarakat, dan pudarnya sistem meritokrasi. Simbol “bau tak sedap” dalam cerpen dimaknai sebagai metafora atas krisis moral dan kerusakan sosial yang telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa Musthofa Bisri menggunakan satire dan simbolisme sebagai bentuk kritik sosial terhadap elite kekuasaan dan masyarakat yang mulai terbiasa dengan praktik penyimpangan sosial. Temuan penelitian ini sejalan dengan teori mimesis Plato yang memandang karya sastra sebagai representasi realitas sosial masyarakat serta pandangan Aristoteles yang menempatkan karya sastra sebagai hasil kreativitas pengarang dalam menafsirkan kenyataan kehidupan.
Analisis Model Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Sekolah Menengah dalam Menulis Cerita Rakyat Yoventa Nahak; Mariano Sengkoen
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1753

Abstract

Pembelajaran menulis cerita rakyat di sekolah menengah masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengembangkan ide, berpikir kritis, dan mengaitkan tulisan dengan konteks budaya. Di sisi lain, implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) dalam Kurikulum Merdeka membuka peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran mendalam dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita rakyat pada siswa sekolah menengah serta mengidentifikasi potensi integrasi cerita rakyat berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dokumen kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil sintesis menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menulis melalui proses eksplorasi, interpretasi, refleksi, dan kreasi yang mendorong peserta didik membangun pemahaman secara bermakna. Integrasi cerita rakyat sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal memperkaya pengalaman belajar, meningkatkan kreativitas, memperkuat kemampuan berpikir kritis, mengembangkan kemampuan naratif, serta memperkuat literasi budaya dan identitas lokal peserta didik. Penelitian ini menghasilkan model konseptual implementasi pembelajaran mendalam berbasis cerita rakyat yang dapat menjadi alternatif bagi guru Bahasa Indonesia dalam merancang pembelajaran menulis yang kontekstual, bermakna, dan selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka.
The PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI SUPERVISI ADMINISTRATIF Yoventa Nahak; Ferdinandus Siki; Yanuarius Sani Feka; Adeline Lelo Lein
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v10i2.9893

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia melalui supervisi administratif di SMK Negeri Nibaaf, Kabupaten Timor Tengah Utara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya supervisi administratif sebagai sarana peningkatan mutu pembelajaran, khususnya dalam konteks sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara tertulis yang diberikan kepada guru Bahasa Indonesia dan kepala sekolah. Instrumen wawancara dirancang berdasarkan indikator supervisi administratif yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, umpan balik, serta tindak lanjut terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi administratif yang dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan memberikan dampak positif terhadap perbaikan perangkat ajar, strategi pembelajaran, serta kesadaran reflektif guru terhadap praktik mengajarnya. Teknik wawancara tertulis terbukti efektif dalam menjaring informasi mendalam dari responden, serta memberikan fleksibilitas dalam proses analisis data. Kesimpulannya, supervisi administratif yang dilaksanakan secara optimal dengan dukungan teknik wawancara tertulis mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri Nibaaf.
Manajemen Mutu Pendidikan sebagai Strategi Penguatan Budaya Kinerja Sekolah Dasar Pius Pari Pureklolon; Hotmaulina Sihotang; Yoventa Nahak
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1482

Abstract

Pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia. Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kemampuan sekolah mengelola seluruh proses pembelajaran secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penerapan prinsip manajemen mutu pendidikan di sekolah dasar serta menganalisis strategi penguatan budaya kinerja sekolah. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah 20 artikel nasional dan internasional terbitan 2018–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu melalui perencanaan strategis, supervisi akademik, dan evaluasi berbasis data mampu meningkatkan budaya kinerja sekolah dasar. Faktor kunci keberhasilan meliputi kepemimpinan kepala sekolah, profesionalisme guru, partisipasi warga sekolah, dan dukungan kebijakan. Komitmen terhadap prinsip continuous improvement dan akuntabilitas diperlukan agar sekolah mampu mewujudkan budaya mutu yang berkelanjutan.
Pojok Baca dan Budaya Literasi Siswa Sekolah Menengah Pertama: Analisis Konten Video YouTube dalam Perspektif Administrasi Pendidikan Yoventa Nahak; Oktaviana Tahan Suri; Pius Pari Pureklolon
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1510

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi dan dampak pengembangan pojok baca terhadap budaya literasi siswa di SMPN 1 Sidamulih, Pangandaran, melalui kajian konten video YouTube, dengan perspektif Administrasi Pendidikan. Pendekatan kualitatif dengan analisis isi digunakan untuk meneliti video dokumentasi kegiatan literasi. Hasil menunjukkan implementasi pojok baca didukung penyediaan fasilitas sederhana, keterlibatan guru dan kepala sekolah, serta partisipasi aktif siswa. Dampak positif mencakup meningkatnya minat baca, terbentuknya kebiasaan membaca di luar jam pelajaran, kemampuan berpikir kritis, dan rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan ide. Dari sisi administrasi pendidikan, keberhasilan program ini mencerminkan efektivitas perencanaan, pengorganisasian, supervisi, dan evaluasi program literasi. Penggunaan YouTube tidak hanya mendokumentasikan kegiatan literasi, tetapi juga menjadi sumber data yang relevan untuk menilai praktik pendidikan.