Pengelolaan limbah rumah tangga merupakan tantangan lingkungan yang krusial di Sulawesi Tengah seiring dengan peningkatan volume timbulan sampah setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesenjangan antara tingkat literasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah dengan realitas kinerja pengelolaan sampah aktual. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui analisis data sekunder dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) periode 2023-2025, hasil penelitian menunjukkan bahwa total timbulan sampah pada tahun 2023 mencapai 468.215,35 ton dengan angka sampah tidak terkelola sebesar 39,30%. Meskipun terdapat tren peningkatan keterkelolaan sampah menjadi 62,27% pada semester I tahun 2024, komposisi sampah tetap didominasi oleh sisa makanan (44,1%) yang bersumber utama dari rumah tangga (42,8%). Temuan ini mengungkapkan adanya paradoks di mana peningkatan paparan informasi tidak berbanding lurus dengan perubahan perilaku pemilahan sampah di sumbernya. Fenomena bottle neck terjadi akibat laju timbulan sampah yang tidak sebanding dengan kapasitas infrastruktur seperti Bank Sampah dan TPS3R. Oleh karena itu, diperlukan transformasi strategi edukasi yang berfokus pada peran ibu rumah tangga serta kolaborasi multi-pemangku kepentingan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat yang berkelanjutan dari hulu ke hilir.
Copyrights © 2026