Penelitian ini membahas tantangan guru dalam mengajarkan kosakata mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa tunarungu kelas VIII SLB. Penguasaan kosakata menjadi aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena berkaitan dengan kemampuan memahami, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Namun, keterbatasan pendengaran yang dialami siswa tunarungu menyebabkan perkembangan bahasa dan penguasaan kosakata mereka berbeda dibandingkan siswa reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran kosakata pada siswa tunarungu serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi beberapa tantangan, seperti perbedaan kemampuan bahasa antar siswa, keterbatasan media pembelajaran, kesulitan siswa memahami kosakata abstrak, serta hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru menggunakan media visual, bahasa isyarat, komunikasi total, pengulangan kosakata, serta pendampingan individual agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. Dengan demikian, guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang adaptif, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa tunarungu.
Copyrights © 2026