Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi krisis kemanusiaan dalam lagu "Membasuh" karya Hindia dan "Manusia Seutuhnya" karya Setyo Aji Handoyo melalui perspektif sosioantropologi sastra. Krisis kemanusiaan dalam konteks ini dipandang sebagai refleksi atas tekanan psikososial dan perubahan pola relasi manusia di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis isi pada lirik lagu "Membasuh" dan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan pencipta lagu "Manusia Seutuhnya". Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lagu merepresentasikan dua dimensi krisis yang saling melengkapi: "Membasuh" berfokus pada krisis personal individu terkait kelelahan emosional dan pencarian katarsis , sedangkan "Manusia Seutuhnya" memberikan kritik sosial terhadap alienasi dan ketergantungan pada validasi digital yang menggerus autentisitas relasi. Secara sosioantropologis, kedua karya ini berfungsi sebagai dokumen budaya yang merekam pergeseran nilai kemanusiaan dalam masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2026