Pesantren modern di Indonesia saat ini menghadapi tantangan mengintegrasikan kemajuan teknologi ke dalam proses pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khas pesantren. Penelitian ini mengkaji secara mendalam integrasi sistem pembelajaran synchronous digital dan pengawasan langsung yang diterapkan di SMA IT dan SMP IT Al Bayyinah Pekanbaru, dengan menghadirkan analisis tentang model "Synchronous Digital with In-Class Proctor" yang masih sangat jarang diteliti di lingkungan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal (single-case holistic design). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif di tiga lokasi, wawancara mendalam dengan 6 informan yang dipilih secara purposive, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) bentuk integrasi unik di mana ustad mengajar dari kantor sementara santri putri belajar di kelas dengan pendampingan ustadzah sebagai pengawas langsung; (2) latar belakang syariat Islam berdasarkan QS. An-Nur ayat 30–31; (3) peran ustadzah sebagai "mata ustad" menjadi faktor penentu keberhasilan sistem. Model ini efektif mendukung misi kelima pesantren tentang pembentukan generasi melek teknologi, namun masih memerlukan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026