Prevalensi masalah gizi seperti gizi kurang, gizi lebih, bahkan anemia pada remaja putri di Indonesia masih tinggi, yang menunjukkan perlu dilakukannya evaluasi terhadap makanan. Pola makan yang optimal sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan fisik, serta mencegah masalah gizi yang dapat menyebabkan penyakit dan berpotensi mempengaruhi kesehatan di masa mendatang. Penelitian bertujuan untuk menilai kualitas konsumsi pangan pada remaja putri menggunakan Indeks Gizi Seimbang 3-60 (IGS3-60) di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri usia 13-15 tahun kelas 7 dan 8 SMP/MTS di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner food recal 2x24 jam dan diolah berdasarkan skor Indeks Gizi Seimbang 3-60 (IGS 3-60). Analisis data menggunakan analisis univariat untuk melihat sebaran penilaian kualitas konsumsi pangan remaja putri. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 90% remaja putri masih memiliki kualitas konsumsi pangan yang buruk, sedangkan 10% lainnya berada dalam kategori kurang. Rata-rata nilai IGS 3-60 sebesar 14,78 dengan skor rata-rata IGS 3-60 tertinggi yaitu pada komponen pangan lauk hewani sebesar 5,48. Rendahnya kualitas konsumsi pangan ini dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman tentang pola makan seimbang, kebiasaan melewatkan waktu makan, konsumsi makanan cepat saji, serta persepsi yang salah mengenai tubuh ideal.
Copyrights © 2026