Fenomena scroll culture, yaitu kebiasaan menggulir konten digital secara terus-menerus di media sosial, telah menjadi rutinitas yang berpotensi mengganggu efektivitas pembelajaran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong perilaku tersebut serta menguji pengaruhnya terhadap konsentrasi, motivasi, dan produktivitas akademik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei daring pada periode Maret–April 2026, melibatkan 158 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert empat poin menggunakan platform Google Forms, kemudian dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menghabiskan waktu lebih dari tiga jam per hari untuk menggulir media sosial. Temuan ini mengindikasikan adanya pengaruh negatif berupa penurunan konsentrasi dalam aktivitas akademik. Oleh karena itu, diperlukan intervensi dari institusi pendidikan melalui penguatan literasi digital dan penerapan strategi manajemen konsentrasi guna mengoptimalkan proses pembelajaran.
Copyrights © 2026