Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efek nonlinear terhadap performa transmisi sistem Radio over Fiber (RoF) berbasis Erbium-Doped Fiber Amplifier (EDFA) serta membandingkannya dengan sistem komunikasi serat optik (KSO) konvensional melalui variasi daya penguatan (50–250 mW) dan jarak transmisi (5–80 km) menggunakan simulasi OptiSystem. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan daya penguatan dan jarak transmisi memicu munculnya efek nonlinear yang ditandai dengan adanya titik optimum daya keluaran, di mana peningkatan daya lebih lanjut justru menyebabkan penurunan performa. Dari sisi kualitas sinyal, sistem RoF masih memenuhi standar Quality Factor dan Bit Error Rate (Q ≥ 6 dan BER ≤ ??−?) pada jarak 5 km dan 10 km untuk seluruh variasi daya, dengan kualitas yang sangat baik meskipun efek nonlinear mulai muncul. Hasil komparasi menunjukkan bahwa sistem RoF menghasilkan daya keluaran yang lebih tinggi serta memiliki stabilitas yang lebih baik terhadap variasi daya, ditunjukkan oleh rerata rentang Q- factor yang lebih kecil dan konsistensi orde BER yang lebih baik dibandingkan sistem KSO konvensional. Meskipun KSO menunjukkan performa yang lebih baik pada daya rendah, penurunannya lebih signifikan pada daya tinggi, sehingga secara keseluruhan sistem RoF berbasis EDFA lebih unggul dalam hal stabilitas dan ketahanan terhadap efek nonlinear. Kata Kunci: Efek Nonlinear, Radio over Fiber, Erbium Doped Fiber Amplifier, Komunikasi Serat Optik, Daya Penguatan, Jarak Transmisi, Quality Factor, Bit Error Rate.
Copyrights © 2026