Artikel ini mengkaji bagaimana etika administrasi tampak dalam pelayanan publik sehari-hari di kantor kelurahan di Gorontalo, Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan observasi langsung terhadap rutinitas pelayanan, perilaku staf, kondisi ruang tunggu, dan interaksi antara warga dan petugas. Tujuannya adalah untuk melihat apakah nilai-nilai etika seperti keadilan, transparansi, responsif, dan akuntabilitas terlihat dalam praktik pelayanan sehari-hari. Observasi menunjukkan bahwa perilaku etis hadir dalam sapaan yang sopan, kesediaan untuk membantu, dan perlakuan yang sama terhadap warga negara. Namun, beberapa titik lemah masih muncul, terutama respon yang lambat selama jam sibuk, tampilan informasi yang terbatas, disiplin antrean yang tidak merata, dan mengingatkan sesekali tentang persyaratan layanan. Temuan ini menunjukkan bahwa etika dalam administrasi publik bukan hanya tentang aturan formal tetapi juga tentang tindakan rutin kecil yang membentuk kepercayaan warga. Artikel ini berpendapat bahwa etika pelayanan meningkatkan kepercayaan ketika petugas bersikap adil, jelas, disiplin, dan mudah didekati. Studi ini menawarkan pandangan praktis tentang etika di tingkat kelurahan dan merekomendasikan standar pelayanan yang lebih jelas, saluran pengaduan yang lebih kuat, dan pelatihan etika rutin untuk staf.
Copyrights © 2026