Praktik pertanian di wilayah lahan kering Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) masih didominasi sistem konvensional berbasis input kimia yang berdampak pada degradasi tanah dan rendahnya kesadaran ekologis petani. Kesenjangan antara penyuluhan dan adopsi pertanian organik menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih partisipatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kosabangsa ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani melalui penyuluhan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, praktik lapangan, serta evaluasi pre-test dan post-test yang dianalisis secara kuantitatif komparatif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (48,5%), keterampilan teknis pembuatan kompos blok (56,2%), dan kesadaran ekologis (52,3%). Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam mendorong perubahan perilaku menuju pertanian organik. Selain meningkatkan kapasitas individu, kegiatan ini juga memperkuat kelembagaan kelompok tani. Secara ilmiah, studi ini berkontribusi pada pengembangan model penyuluhan partisipatif adaptif di wilayah lahan kering perbatasan serta mendukung pencapaian SDGs dan IKU perguruan tinggi.
Copyrights © 2026