Pulau Bali menarik dari berbagai segmen wisatawan seperti pantai hingga wisatawan budaya, seperti salah satunya yang diminati oleh wisatawan saat ini adalah wisata religi melukat. Salah satu destinasi wisata religi yang sedang berkembang dengan konsep eco park adalah Penglukatan Taman Magenda Eco Park Payangan yang terletak di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses, bentuk interaksi simbolik, dan makna simbol-simbol religius dalam ritual melukat di Penglukatan Taman Magenda Eco Park. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik snowball sampling dan accidental sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan konsep interaksi simbolik, wisata religi, dan penglukatan. Penelitian ini menggunakan dua teori yaitu interaksionisme simbolik dan agama sebagai sistem kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, proses interaksi simbolik yang terjadi di penglukatan Taman Magenda Eco Park ada dua yaitu interaksi antara pengelola dengan wisatawan dan masyarakat dengan wisatawan, selain itu dalam proses interaksi simbolik ini menggunakan analisis dengan konsep mind, self, dan society. Bentuk interaksi simbolik yang terjadi di yaitu ada bentuk interaksi verbal dan bentuk interaksi nonverbal. Selanjutnya makna simbol-simbol religius dalam ritual melukat di penglukatan Taman Magenda Eco Park dimaknai oleh masyarakat dan wisatawan berdasarkan dari pengelaman yang diketahui dan dirasakan.
Copyrights © 2026