Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) merupakan produk antara penting dalam proses hidrometalurgi nikel yang berperan sebagai bahan baku menuju produksi nikel dan kobalt untuk material baterai lithium-ion. Makalah ini membahas proses pembentukan MHP serta mengevaluasi potensi bahaya dan risiko operasional menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Analisis dilakukan melalui pendekatan hidrometalurgi skala laboratorium yang merepresentasikan pengolahan berbasis High Pressure Acid Leaching (HPAL), dengan fokus pada tahap pengendapan hidroksida nikel dan kobalt. Parameter operasi utama yang diamati meliputi pH, temperatur, waktu reaksi, dan laju penambahan reagen, sementara aspek keselamatan dianalisis melalui identifikasi bahaya dan penilaian tingkat risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa performa proses dan kualitas produk MHP sangat dipengaruhi oleh pengendalian parameter operasi, terutama pH dan dosis reagen. Pengendalian parameter yang tepat mendukung pengendapan nikel dan kobalt secara lebih selektif serta mengurangi terbentuknya pengotor yang dapat menurunkan mutu produk. Analisis risiko mengidentifikasi beberapa potensi bahaya signifikan pada proses MHP, terutama pada tahap penanganan bahan kimia korosif, pengendalian temperatur, serta penambahan reagen. Skenario seperti overdosing reagen, kegagalan peralatan, dan paparan bahan kimia dikategorikan memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi sehingga memerlukan pengendalian tambahan. Pembahasan ini menegaskan bahwa keberhasilan proses MHP tidak hanya ditentukan oleh efisiensi hidrometalurgi dan tingkat recovery logam, tetapi juga oleh kemampuan sistem dalam menjaga keselamatan dan stabilitas operasi. Integrasi antara optimasi proses dan pengendalian risiko memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mendukung operasi MHP yang lebih efektif dan aman.
Copyrights © 2026