Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Studi Optimasi Pembuatan Nanoaspal Karet dari Asbuton Riny Yolandha Parapat; Ayu Risnawati; Marsya Imara Sabrilia; Indra Noer Hamdhan; Imam Aschuri
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.197

Abstract

ABSTRAKJumlah mobil yang terus meningkat memberi dampak tidak hanya pada kondisi jalan, tetapi juga pada penumpukan limbah ban. Penyebab kerusakan jalan menuntut penggunaan material untuk perkerasan jalan dengan kualitas yang lebih tinggi. Pemanfaatan Crumb Rubber (CR) dari ban mobil menjadi bahan aditif campuran aspal adalah solusi terbaik untuk kedua masalah tersebut. Para peneliti telah melaporkan bahwa penambahan CR dan nanopartikel dapat meningkatkan kualitas aspal jalan secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan komposisi optimum nanoaspal karet untuk meningkatkan mutu aspal Asbuton. Komposisi campuran aspal hasil ekstraksi, CR dan nanopartikel kemudian dioptimasi untuk mendapatkan kualitas nanoaspal karet yang memenuhi standar dengan menggunakan metode Central Composite dan Response Surface Method. Response yang diukur adalah Penetrasi, Daktilitas, Kelarutan dan Densitas dari nanoaspal karet. Hasil optimasi menunjukan bahwa pada komposisi 3,682%NP; 4,694%CR; dan pada ukuran CR sebesar 88,5 nm; keempat parameter uji di atas terpenuhi.Kata kunci: asbuton, crumb rubber, nanoaspal karet, nanopartikel ABSTRACT The increasing number of cars has an impact not only on road conditions, but also on the accumulation of waste tires. The cause of road damage demands the use of materials for road pavement with higher quality. Utilization of Crumb Rubber (CR) from car tires as an additive to asphalt mixture is the best solution for both problems. Researchers have reported that the addition of CR and nanoparticles can significantly improve the quality of road asphalt. The purpose of this research is to obtain the optimum composition of rubber nano-asphalt to improve the quality of Asbuton asphalt. The composition of asphalt, CR and nanoparticles is then optimized using the Central Composite and Response Surface Method. Responses measured were penetration, ductility, solubility and density of rubber nanoasphalt. The optimization results show that at a composition of 3.682%NP, 4.694%CR, and CR size of 88.5 nm, the test parameters above are fulfilled.Keywords: asbuton, crumb rumbber, rubber nanoasphalt, nanoparticles
Evaluation and improvement of Occupational Health and Safety Management Using HAZOP: A case Study in the Kiln Unit Riny Yolandha Parapat; Ayunita Yuniar; Novianti Purnama Dewi; Yuono
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk is a leading cement producer in Indonesia, operating highly sophisticated clinker production facilities. One of the most critical units in the cement manufacturing process is the kiln, where raw meal undergoes pyroprocessing at extremely high temperatures, posing significant occupational health and safety risks. This study aims to assess the process safety risks in the kiln unit using the Hazard and Operability Study (HAZOP) method. The methodology involves identifying process nodes, analyzing potential deviations using guide words, and evaluating risks based on causes, consequences, existing safeguards, and recommended actions. The assessment identified several potential hazards such as temperature deviations, combustion failures, material blockages, and overpressure incidents, which may lead to equipment failure, production loss, or catastrophic events. Risk levels were categorized using a two-dimensional risk matrix based on severity and likelihood. The study concludes with mitigation recommendations including enhanced burner monitoring, installation of redundant safety devices, and improved maintenance programs. These findings are expected to contribute to enhancing the operational safety and reliability of the clinker production process at PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Community Service for Industrial Stakeholders: Risk Analysis in Urea Reactor Using HAZOP in PT Pupuk Kujang Cikampek Riny Yolandha Parapat; Muthi Hannindyah; Tito Irawan; Siti Najmatul Mu’izzah
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi urea melibatkan reaksi kimia kompleks yang dilakukan dalam kondisi ekstrem dengan tekanan dan suhu tinggi, yang secara inheren membawa berbagai risiko operasional dan keselamatan. Studi ini berfokus pada penilaian potensi bahaya yang terkait dengan reaktor pembentukan urea di fasilitas produksi pupuk di Indonesia. Penilaian dilakukan dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP), yang secara sistematis mengidentifikasi penyimpangan dari kondisi operasi standar dan mengevaluasi dampak potensialnya. Beberapa penyimpangan kritis yang terkait dengan parameter seperti tekanan, suhu, dan laju aliran dianalisis, dengan perhatian khusus pada kegagalan yang dapat membahayakan keselamatan proses, kualitas produk, atau integritas lingkungan. Skenario kontinjensi dikembangkan untuk mode kegagalan tertentu, termasuk penyumbatan katup, kebocoran akibat korosi, dan pemeliharaan kondisi proses yang tidak tepat. Temuan tersebut menggarisbawahi pentingnya manajemen risiko proaktif dan modernisasi proses untuk memastikan keselamatan dan keandalan operasi produksi urea. Studi ini memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan ketahanan sistem produksi pupuk di Indonesia melalui penilaian risiko terstruktur dan strategi mitigasi.
STUDI ANALISIS RISIKO PADA UNIT ROTARY GRANULATOR DI PT PUPUK KUJANG MENGGUNAKAN METODE HAZOP Riny Yolandha Parapat; Yosanti Iskandariah Noor; Utimah Syaratim
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juni (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyajikan analisis risiko dari unit Rotary Granulator di pabrik pembuatan pupuk NPK di PT Pupuk Kujang menggunakan metodologi Hazard and Operability Study (HAZOP). Berbeda dengan penelitian eksperimen, karya ini didasarkan pada pendekatan kualitatif melalui interpretasi desain proses. Sumber data utama adalah diagram perpipaan dan instrumen (P&ID) dari sistem Rotary Granulator. Dengan memeriksa tag instrumen kunci dan jalur aliran proses, tabel HAZOP dibuat untuk mengidentifikasi deviasi potensial, penyebabnya, konsekuensi, perlindungan yang ada, dan tindakan yang direkomendasikan. Studi ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana risiko dapat dinilai secara sistematis pada tahap tinjauan desain, meskipun tanpa data operasional. Pendekatan ini berfungsi sebagai panduan dasar untuk evaluasi keselamatan proses, terutama untuk mahasiswa teknik dan profesional yang terlibat dalam identifikasi bahaya tahap awal. Hasilnya menekankan pentingnya analisis berbasis P&ID dalam memprediksi gangguan 
STUDI ANALISIS RESIKO PRODUKSI GULA AREN DI PABRIK GULA SEMUT MENGGUNAKAN METODE HAZOP Maya Ramadiati; Riny Yolandha Parapat; Grace Rafael Haloho; Vina Aprillia
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juni (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Produksi gula aren di pabrik gula semut merupakan proses yang melibatkan berbagai tahapan kritis yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan kerja, kualitas produk, serta efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi bahaya serta risiko yang mungkin terjadi dalam proses produksi gula aren menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode HAZOP dipilih karena mampu secara sistematis mengevaluasi setiap tahapan proses dengan mengidentifikasi penyimpangan dari kondisi normal yang dapat menyebabkan kejadian berbahaya. Studi dilakukan dengan mengamati proses produksi di salah satu pabrik gula semut, mengumpulkan data operasional, serta melibatkan tim lintas disiplin untuk melakukan sesi HAZOP. Hasil analisis menunjukkan beberapa titik kritis dalam proses produksi, seperti tahap pemanasan nira, kristalisasi, dan pengemasan, yang memiliki potensi risiko tinggi jika tidak dikendalikan. Rekomendasi perbaikan operasional dan peningkatan sistem pengendalian risiko diberikan sebagai upaya mitigasi. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi proses produksi gula aren di industri sejenis
Analisis Kinerja Campuran Beton Aspal yang Mengandung Butiran Mineral Hasil Ekstraksi Aspal Buton sebagai Filler Nugraha, Muhamad Arif; Imam Aschuri; Riny Yolandha Parapat
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 04 September (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal Buton (asbuton) adalah campuran bitumen dan mineral yang banyak terdapat di Indonesia dengan kualitas mendekati aspal minyak. Melalui proses ekstraksi, mineral asbuton dapat digunakan sebagai filler pada campuran beton aspal. Filler berperan penting dalam mengisi rongga agregat sehingga mempengaruhi stabilitas dan kualitas campuran. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh subtitusi filler hasil ekstraksiasbuton terhadap kinerja campuran beton aspal pada kadar aspal optimum, serta menentukan persentase penggunaan yang paling berpengaruh. Variasi subtitusi filler dilakukan sebesar 5%, 10%, 15%, dan 25% dari total filler. Pengujian meliputi berat jenis filler dan uji Marshall. Hasil menunjukkan filler asbuton memiliki berat jenis lebih rendah karena masih mengandung aspal murni. Subtitusi filler meningkatkan stabilitas 9,84% dan flow 8,1%, sementara nilai VMA dan VIM menurun 4,58% dan 6,02%. Sebaliknya, nilai VFA meningkat hingga 2%.
Analisis Parameter Marshall Campuran Beton Aspal Yang Mengandung Nanoaspal Buton Irwan, Ronald; Imam Aschuri; Riny Yolandha Parapat
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 04 September (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lapisan beton aspal, aspal minyak umum digunakan sebagai bahan pengikat. Namun, penggunaannya terkendala oleh fluktuasi harga dan ketergantungan terhadap impor. Aspal buton sebagai bahan lokal berpotensi menjadi substitusi sebagian aspal minyak, meskipun pengolahannya secara konvensional masih kurang efektif. Penelitian ini menggunakan aspal buton yang telah diekstraksi menggunakan metode nano untuk meningkatkan kualitas hasil ekstraksi. Campuran laston AC-WC diuji dengan metode pengujian Marshall pada variasi substitusi 0%, 1%, 2%, 4%, dan 16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kadar substitusi nanoaspal buton memberikan pengaruh nilai parameter Marshall yaitu dengan meningkatkan persentase substitusi nanoaspal buton. Nilai parameter Marshall yang meningkat yaitu, stabilitas, flow, void in mix (VIM), dan void in mineral aggregate (VMA). Sebaliknya, nilai void filled with bitumen (VFB) mengalami penurunan meskipun tidak signifikan. Penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan nanoaspal buton sebagai bahan substitusi yang dapat memperkuat campuran beton aspal. 
STRATEGI PENGENDALIAN TEMPERATUR DAN TEKANAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PROSES PIROLISIS Riny Yolandha Parapat; Ngainul Khodarrohmah; Silfi Ama Della; Sulistya Nurul Fitri
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pirolisis adalah konversi termokimia bahan organik melalui pemanasan dalam kondisi minim oksigen untuk menghasilkan produk seperti bio-oil, biochar, dan gas sintetis, di mana parameter operasi seperti temperatur dan tekanan sangat menentukan distribusi produk serta efisiensi proses. Pengendalian temperatur dan tekanan yang tepat penting karena dapat meningkatkan hasil produk yang diinginkan dan mengoptimalkan stabilitas proses, namun kedua parameter ini sering kali tidak dikaji secara komprehensif dalam literatur kontrol proses. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis strategi pendekatan pengendalian temperatur dan tekanan dalam meningkatkan kinerja proses pirolisis, termasuk strategi kontrol yang digunakan, pengaruh parameter operasi terhadap hasil pirolisis, serta tantangan dan peluang penelitian lanjutan. Metode yang digunakan adalah review literatur, dengan menelaah artikel ilmiah dari jurnal internasional bereputasi yang dapat diakses secara bebas serta yang mencakup penelitian kontrol dan parameter pirolisis. Literatur yang direview dipilih berdasarkan relevansi dengan tema pengendalian proses, pirolisis, dan pengaruh temperatur serta tekanan sebagai variabel utama dalam pirolisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa variasi temperatur pirolisis memiliki pengaruh dominan terhadap komposisi produk pirolisis, termasuk perubahan yield bio-oil, biochar, dan gas serta sifat kimia biochar. Selain itu, tekanan operasi juga mempengaruhi distribusi produk dengan tekanan yang meningkat cenderung menurunkan konsentrasi hidrokarbon aromatik polisiklik yang tidak diinginkan dalam biochar. Dari sisi kontrol proses, penggunaan algoritma seperti PID untuk pengaturan temperatur terbukti dapat meningkatkan stabilitas suhu piroliser dan mendukung pengoperasian yang lebih konsisten dan produktif. Secara keseluruhan, integrasi strategi kontrol yang efektif dengan pemahaman parameter operasi seperti temperatur dan tekanan merupakan landasan penting dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas proses pirolisis.
HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT, AND RISK CONTROL STUDY IN THE MIXED HYDROXIDE PRECIPITATE (MHP) PROCESS Devendra Braja Nugraha; Choerudin; Riny Yolandha Parapat
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) merupakan produk antara penting dalam proses hidrometalurgi nikel yang berperan sebagai bahan baku menuju produksi nikel dan kobalt untuk material baterai lithium-ion. Makalah ini membahas proses pembentukan MHP serta mengevaluasi potensi bahaya dan risiko operasional menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Analisis dilakukan melalui pendekatan hidrometalurgi skala laboratorium yang merepresentasikan pengolahan berbasis High Pressure Acid Leaching (HPAL), dengan fokus pada tahap pengendapan hidroksida nikel dan kobalt. Parameter operasi utama yang diamati meliputi pH, temperatur, waktu reaksi, dan laju penambahan reagen, sementara aspek keselamatan dianalisis melalui identifikasi bahaya dan penilaian tingkat risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa performa proses dan kualitas produk MHP sangat dipengaruhi oleh pengendalian parameter operasi, terutama pH dan dosis reagen. Pengendalian parameter yang tepat mendukung pengendapan nikel dan kobalt secara lebih selektif serta mengurangi terbentuknya pengotor yang dapat menurunkan mutu produk. Analisis risiko mengidentifikasi beberapa potensi bahaya signifikan pada proses MHP, terutama pada tahap penanganan bahan kimia korosif, pengendalian temperatur, serta penambahan reagen. Skenario seperti overdosing reagen, kegagalan peralatan, dan paparan bahan kimia dikategorikan memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi sehingga memerlukan pengendalian tambahan. Pembahasan ini menegaskan bahwa keberhasilan proses MHP tidak hanya ditentukan oleh efisiensi hidrometalurgi dan tingkat recovery logam, tetapi juga oleh kemampuan sistem dalam menjaga keselamatan dan stabilitas operasi. Integrasi antara optimasi proses dan pengendalian risiko memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mendukung operasi MHP yang lebih efektif dan aman.
Identifikasi dan Penilaian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Gedung Teknik Kimia Slafudin; Sirotun Nazwa; Steavany Sari Pratiwi; Riny Yolandha Parapat
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3399

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is an important aspect in creating a safe, healthy, and productive working environment, including in Chemical Engineering buildings that have various potential hazards due to laboratory activities, the use of chemicals, and the operation of laboratory equipment. This study aims to identify potential OHS risks, assess the level of risk, and determine risk control measures in the Chemical Engineering building. The method used was Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), which includes hazard identification, risk assessment based on the likelihood and severity levels, and the implementation of risk control according to the hierarchy of controls. The results showed that several potential hazards identified included chemical exposure, fire hazards, gas leakage, electrical hazards, and work accidents caused by the use of laboratory equipment. The risk levels obtained were categorized as low, medium, and high depending on the type of activity and the working environment conditions. Risk control measures were carried out through hazard elimination, material substitution, engineering controls, administrative controls, and the use of personal protective equipment (PPE). In addition, the implementation of OHS training, safety induction, and periodic evaluations are important steps in improving the safety culture within the Chemical Engineering building environment. With the implementation of a proper OHS system, it is expected that the risk of work accidents can be minimized, thereby creating a safe and comfortable learning and working environment.