Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem perencanaan tenaga kerja di PT. Aksara Riksa Perdana Bandung, mengidentifikasi hambatan dalam pemenuhan tenaga ahli bersertifikat (SKP), serta mengevaluasi efektivitas strategi multi-role dan digitalisasi dalam mengatasi beban kerja karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen perusahaan, sedangkan teknik pengolahan data menggunakan triangulasi data untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan sistem Project-Based Planning yang dikombinasikan dengan Workload Analysis (WLA), namun masih bersifat reaktif dalam menghadapi lonjakan permintaan. Hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan tenaga ahli bersertifikat dan lamanya proses birokrasi pengurusan SKP, yang berdampak pada penerapan sistem multi-role dan peningkatan beban kerja karyawan. Sebagai solusi jangka panjang, perusahaan merencanakan program internal up-skilling untuk membangun kapasitas tenaga ahli secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026